Beritabuana.co

Ekbis

Dirut BTN Maryono: 2017, Laba Bersih BTN Tembus Rp 3,02 T

Harga Saham Melesat

Melanjutkan penjelasannya, Maryono menuturkan bahwa sepanjang tahun lalu, harga saham Bank BTN pun melesat sejalan dengan kinerja bisnis perseroan. Harga saham BBTN tercatat meroket sebesar 105,17% dari Rp 1.740 pada penutupan perdagangan 2016 menjadi Rp 3.570 per lembar saham pada penutupan perdagangan 2017.

Ia juga optimistis pada tahun ini kinerja perseroan akan melaju sesuai target. Adapun, pada tahun ini BBTN membidik pertumbuhan aset berkisar 17%-20% yoy, pinjaman sebesar 22%-24%, dan DPK 19%-22%. Maryono juga menargetkan bank yang dinahkodainya tersebut mencatatkan pertumbuhan laba bersih di atas 25%.

“Saya yakin target akan tercapai selaras dengan prediksi pergerakan sektor properti yang positif ditopang angka kebutuhan rumah yang masih tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang membaik disumbang pesta demokrasi dan ajang olahraga internasional Asian Games 2018,” ungkap Maryono.

Kinerja Syariah Positif

Sementara itu, sejalan dengan kinerja positif Bank BTN, Unit Usaha Syariah (UUS) BBTN pun mencatatkan kenaikan serupa. Per Desember 2017, laba bersih BTN Syariah tercatat naik 27,76% yoy dari Rp 377,42 miliar menjadi Rp 482,19 miliar. Perolehan laba bersih UUS Bank BTN tersebut disumbang penyaluran pembiayaan yang naik 26,46% yoy dari Rp 14,22 triliun menjadi Rp 17,98 triliun pada Desember 2017.

Dengan kinerja tersebut, aset UUS BTN pun naik 29,08% yoy dari Rp 18,12 triliun menjadi Rp 23,39 triliun pada kuartal IV/2017. Sepanjang 2017 lalu, BTN Syariah juga telah menghimpun simpanan masyarakat senilai Rp 18,75 triliun atau naik 24,78% yoy dari Rp 15,03 triliun.

Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross BTN Syariah juga menurun dari 1,01% pada Desember 2016 menjadi 0,95% di bulan yang sama tahun berikutnya.

Terus Dukung Program Sejuta Rumah

Dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, hingga Desember 2017, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 667.312 unit rumah. Realisasi tersebut mencapai 100,2% dari target perseroan pada 2017 sebesar 666.000.

Dukungan Bank BTN tersebut terdiri atas penyaluran kredit perumahan subsidi untuk 481.329 unit rumah atau setara Rp 34,16 triliun dan kredit perumahan non-subsidi untuk 185.983 unit rumah senilai Rp 37,37 triliun.

Menurut Maryono, pihaknya berkomitmen akan memberikan dukungan pembiayaan untuk 750.000 unit rumah pada 2018. Target tersebut terdiri atas penyaluran kredit perumahan subsidi untuk 536.868 unit rumah dan kredit perumahan non-subsidi untuk 213.132 unit rumah.

Untuk mendukung kesuksesan program yang sesuai dengan Nawa Cita ke-5 tersebut, Bank BTN juga telah menggelar berbagai inovasi termasuk menggelar transformasi digital. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan.

Dari segi sumber pembiayaan, BBTN tengah menggelar transformasi digital untuk meningkatkan penghimpunan DPK. Selain itu, perseroan juga terus proaktif menerbitkan obligasi, Negotiable Certificate of Deposit (NCD), melakukan sekuritisasi aset, hingga mencari pinjaman ke luar negeri.

“Dukungan Bank BTN agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengakses KPR pun, dilakukan melalui penyediaan layanan laku pandai dan layanan keuangan digital,” tambah Maryono.

Di sisi pasokan rumah, Bank BTN juga terus berperan meningkatkan ketersediaan rumah. Berbagai aksi dilakukan mulai dari pemberian pembiayaan pembebasan lahan, pembiayaan pembangunan perumahan, hingga bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk mencetak pengembang handal.

“Kami juga terus melakukan sinergi dengan stakeholdersperumahan untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi MBR,” papar Maryono. (Jim)

2 of 2Next

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top