Beritabuana.co

Nasional

Kejagung Siap Gugat PT Cipta Karya Bumi Indah

BERITABUANA.CO, JAKARTA -Jaksa Agung Muda bidang Perdata Tata Usaha Negara (Jamdatun), Loeke Laraswati menegaskan, pihaknya telah menyiapkan tim untuk menggugat PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI) selaku anak perusahaan PT. Djarum Group, pengelola Grand Indonesia, Menara BCA dan Apartemen Kempinsky.

“Iyaa, kita sudah bentuk tim, masih dikoordinasi dulu,” kata Loeke saat ditanya soal kesiapan Kejaksaan Agung (Kejagung) selaku pengacara negara dalam perkara tersebut, di Jakarta, Senin (12/2).

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan gugatan itu bakal diajukan. “Tunggu dulu, masih didalami, termasuk itu (berapa jumlah gugatannya – red),” jawab mantan Kajati Jabar.

Seperti diketahui, perkara ini muncul saat PT.CKBI melakukan kerjasama dengan  PT Hotel Indonesia Natour (HIN), BUMN dengan sistem Built Operate Transfer (BOT).

Namun dalam perjalanannya, ternyata perjanjian tidak sesuai dengan proposal. Sebab Menara BCA ternyata tidak masuk dalam kontrak. Akibatnya negara dirugikan triliunan rupiah.

Namun Jaksa Agung HM Prasetyo dalam suatu kesempatan justru menyebutkan, bahwa perkara dalam perjanjian kerjasama antara BUMN, PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dengan PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI), anak usaha Djarum Group itu merupakan kasus perdata.

Karena kasusnya perdata maka pihak Kejagung juga menunggu Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Kementerian BUMN untuk segera melayangkan gugatan secara perdata.

Kerjasama ini tentang pengelolaan empat objek fisik bangunan di atas tanah negara seluas 42.815 m2 untuk hotel bintang lima, pusat perbelanjaan I 80 ribu m2, pusat perbelanjaan II 90 ribu m2 dan Fasilitas Parkir 175 ribu m2.

Namun kenyataan selain empat obyek yang telah disepakati, diam-diam PT CKBI menambah dua fasilitas baru tanpa pemberitahuan ke PT HIN yakni Menara BCA dan Apartemen Kempinski. Pembangun dua fasilitas ini diduga  mengakibatkan pemasukan negara menjadi berkurang.

Dari penelusuran ternyata PT CKBI merupakan anak usaha Djarum Group yang menangkan tender pengelolaan bekas lahan Hotel Indonesia dan Hotel Ina Wisata, 2004 dengan sistem built, operate dan transfer (BOT) selama 30 tahun. Dalam hal ini Djarum menyediakan dana USD 154, 76 juta guna peremajaan Hotel Indonesia dan menjadi Grand Mall Indonesia.

Padahal awal pengungkapan jajaran penyidik pidana khusus menyatakan kasus ini merupakan tindak pidana korupsi ‎yang diduga merugikan negara triliunan rupiah. Pasalnya, penyidik menduga pembangunan Menara BCA  ilegal karena tidak termasuk dalam perjanjian kerjasama antara PT HIN dengan PT.CKBI. Oisa

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top