Beritabuana.co

Nasional

Azas Tigor: Pemerintah Harus Melakukan Pengawasan Ketat Kelaikan Kendaraan

Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA). Azas Tigor Nainggolan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh pengguna bus, khususnya bus carteran pariwisata bukan kejadian baru. Kejadiannya sama yakni dikarenakan kondisi bus yang tidak laik jalan. Salah satu penyebabnya adalah kondisi rem bus yang tidak laik atau rem blong, demikian diungkapkan Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan, Senin (12/2) kepada beritabuana.co.

Seperti diberitakan sebelumnya Sabtu kemarin, 10 Februari 2018, terjadi kecelakaan lalu lintas di Subang Jawa Barat. Kecelakaan itu dialami oleh rombongan yang menyewa bus pariwisata Premium Passion dengan nomor polisi F 7959 AA. Ada 27 penumpangnya yang meninggal dunia dan belasan luka luka.

“Tahun 2017 lalu juga sudah diungkapkan bahwa lemahnya pengawasan terhadap kelaikan kendaraan bus menjadi salah satu penyebab terjadi kecelakaan lalu lintas. Pengawasan terhadap kelaikan kendaraan di jalan raya rupanya hanya menjadi bagian seremoni pemerintah setelah musim kecelakaan. Setelah itu seperti biasa pemerintah kembali pada kebiasaan buruk, melepas angkutan umum tanpa pengawasan hingga terjadi lagi kecelakaan lalu lintas, ujar Azas menjelaskan.

Selain itu tambahnya, Beroperasinya kendaraan yang tidak laik ini juga disebabkan pihak perusahaan angkutan umum, seperti PO Pariwisata yang tidak menerapkan manajemen keselamatan perusahaan angkutan umumnya. Pihak PO Pariwisata tidak melakukan perawatan secara baik dan pembinaan keselamatan berlalu lintas bagi para pengemudinya.

“Keberanian para PO Pariwisata mengoperasikan kendaraan tidak layak juga dikarenakan tidak adanya sanksi tegas dari pemerintah. Sampai saat ini pemerintah tidak pernah melakukan pencabutan izin usaha atau menutup perusahaan PO yang melanggar, atau kendaraannya tidak beroperasi dengan baik dan terjadi kecelakaan,”tegas Azas

Lebih lanjut ditambahkan, terus terjadinya kecelakaan oleh PO Pariwisata juga disebabkan tidak adanya kontrol oleh pemerintah terhadap perusahaan atau PO Pariwisata. Masyarakat tidak memiliki informasi PO Pariwisata yang memiliki izin dan benar dalam merawat kendaraannya serta menerapkan manajemen berkeselamatan.

“Seharusnya pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan sebagai pihak pemberi izin bagi PO Pariwisata memiliki informasi dan mempublikasi PO Pariwisata yang baik. Informasi tersebut bisa membantu masyarakat yang akan menyewa bus pariwisata dan mendapatkan PO Pariwisata yang baik armada dan manajemennya. Penyebaran informasi tersebut juga bisa dilakukan pemerintah melalui laman resmi (web site) kementrian Perhubungan agar bisa diakses oleh masyarakat,” harap Azas

Untuk mencegah kembali terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat bus pariwisata yang tidak laik beroperasi, maka pemerintah diminta untuk melakukan pengawasan ketat kondisi kelaikan kendaraan angkutan umum di lapangan,

Melakukan pemberian sanksi tegas dengan menutup perusahaan atau PO atau operator angkutan umum yang melanggar hukum, seperti kelaikan kendaraan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia,

Membuat informasi daftar PO Pariwisata yang baik pada laman resmi (web site) kementrian Perhubungan yang dapat diakses masyarakat pengguna atau penyewa bus pariwisata.

Berhubung kejadian kecelakaan lalu lintas seperti ini sudah sering terjadi dan merupakan kegagalan jajaran kementrian Perhubungan dan membiarkan pengulangan terus menerus jatuhnya korban nyawa. Untuk itu perlu juga dilakukan evaluasi dan pergantian terhadap jajaran pejabat kementrian Perhubungan yang bertanggung jawab dalam pengawasan kelaikan kendaraan angkutan umum.

Secara khusus juga segera menteri Perhubungan mengundurkan diri dari jabatannya dikarenakan telah gagal mengkordinir jajarannya agar membangun layanan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 138 ayat 1 & 2 UU nomor: 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.(Lsw)

Comments

Most Popular

To Top