Beritabuana.co

Metropolitan

Anjal Punk Keroyok Ustadz Ditangkap, Kapolres: Kasus Ini Kriminal Murni

Kapolres jakarta barat kombes Hengki haryadi

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengeroyokan Ustadz Abdul Basit oleh sekelompok anak jalanan (anjal), dikawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (10/2/2018), murni kejadian kriminal. Masalahnya, para anjal tak terima ditegur oleh korban. Demikian dikatakan Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol. Henki Haryadi, Minggu (11/2).

Dijelaskan Hengki, para anjal yang biasa disebut anak Punk, merasa tidak terima di tegur Ustad Abdul Basit, karena sering bernyanyi dengan suara keras dan membuat kegaduhan di Jakan KH Syahdan, Palmerah.

Atas kejadian itu, kata Hengki, pihaknya sudah mengamankan sebelas anjal yang melakukan pengeroyokan tersebut. Tiga di antaranya sudah di tetapkan sebagai tersangka.

Dan saat ini, tambah Hengki, pihaknya masih mendalami perananan masing-masing pelaku itu. Karena setiap saat mereka itu duduk-duduk, nongkrong nongkrong dan tidur di depan mushollah, depan rumah korban dan kios-kios, sehingga warga tergangu.

Sementara, para anak Punk yang diamankan itu, usianya 15 – 16 tahun. Jadi penyidikannya pun dilakukan dengan perlakuan khusus.

Pengungkapan kasus pengeroyokan itu sebdiri dengan adanya laporan dari istri korban, Nurliati (32), ke Polsek Palmerah Jakarta Barat.

Setelah diselidiki, diketahui korban adalah, guru agama, pengajar dan dan khotib di lingkungan Palmerah. Diketahui pelakunya sekelompok remaja anjal Punk. Selanjutnya dilakukan penangkapan.

Fakta lain yang didapat polisi, keberadaan anak Punk memang sudah meresahkan warga sekitar. Mereka selalu nongkrong-nongkrong dan bernyanyi keras tak mengindahkan warga setempat. (Dar)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top