Beritabuana.co

Nusantara

Mitos Tanjakan Emen Yang Tidak ‘Cemen’

Tanjakan Emen yang tidak bisa dianggap enteng

BERITABUANA.CO, SUBANG – Petang ini sekitar pukul 17.00 WIB , Sabtu (10/2) kecekaan maut kembali terjadi Tanjakan Emen di ruas Jalan Subang – Bandung, tepatnya di Cicenang Kecamatan Ciater Kabupaten Subang.  Ruas jalan ini memang kerap terjadi, tanjakan ini dikenal sebagai tanjakan maut dan  rawan lakalantas,

Tanjakan ini kembali menjadi buah bibir setelah sebuah bus mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa penumpangnya tanjakan Emen merupakan satu dari beberapa tanjakan misterius di Indonesia yang di percaya memiliki misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang korban yang berjatuhan dan penyebab kecelakaan yang tidak jelas yang membuat pengemudi kendaraan bermotor harus lebih berwaspada dan berhati-hati saat melintasi tanjakan ini.

Nama Tanjakan Emen, menurut warga, awal mulanya berasal dari cerita, sopir Emen yang mengalami kecelakaan di tempat itu sekitar tahun 1960-an. Pasca kejadian itu muncul pula mitos di sekitar Tanjakan Emen. Dulu, banyak sopir percaya, supaya tak ditimpa musibah mereka harus membuang rokok yang sudah dinyalakanketika melintas di jalan tersebut. Namun terlepas dari benar tidaknya mitos tersebut, faktanya di Tanjakan itu sering terjadi kecelakaan dan merenggut korbanjiwa maupun luka-luka.

Lokasi Tanjakan Emen tak jauh dari perbatasan Subang dengan Bandung Barat, tepatnya di antara Ciater dan Gunung Tangkuban Perahu. Apabila dari arah Subang ruas jalan itu berupa tanjakan terjal. Sedangkan dari arah Bandung, sebaliknya berupa turunan.

Memang bila dilihat kasat mata, Tanjakan/Turunan Emen ini terlihat tak terlalu curam. Namun kemiringannya antara 45-50 derajat dengan bentangan jalan cukup panjang dan memiliki badan jalan yang lebar, serta belokan tajam.Situasi jalan yang tak terlihat curam itu justru sering membuat pengguna jalan dari arah Gunung Tangkuban Parahu akan merasa enak melahap turunan.

Berbeda bila dari arah berlawanan laju kendaraan akan terasa sangat berat. Oleh karena itu pengguna jalan dari arah Bandung banyak yang memacu laju kendaraannya di kawasan tersebut tanpa menyadari keselamatannya terancam.

Ketika kecelakaan tahun 2014 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan memapas bagian tebing di sekitar tanjakan Emen untuk menekan terjadinya kecelakaan.

Tujuannya, bisa memperluas sudut pandang pengguna jalan dari arah Tangkuban Parahu ke arah Ciater, ketika mereka melintas di jalan menurun dan berbelok tajam. Pasalnya, kondisi saat ini sudut pandang pengguna jalan terhalang tebing ketika hendak memasuki belokan menurun di tanjakan emen Cicenang.

Lalu hingga kini mitos membuang rokok menyala di Tanjakan emen masih dipercaya banyak supir yang kerap melintas.  Mitosnya Supir Emen yang tewas ditanjakan tersebut adalah perokok berat. (Lsw, berbagai Sumber)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top