Beritabuana.co

Nasional

Kata Kepala BNPT, “Banyak Mahasiswa Terpapar Paham Radikal”

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs Suhardi Alius, MH

BERITABUANA.CO, BANDUNG – Tidak ada satupun wilayah yang steril, walaupun hal tersebut sebenarnya tergantung pada pribadi masing-masing orang apalagi dengan pesatnya dunia tehnologi informasi digital yang ada sekarang ini, demikian diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs Suhardi Alius, MH usai memberikan kuliah umum mengenai Resonansi Kebangsaan dan Bahaya Serta Pencegahan Radikalime kepada hampir sebanyak 3.000 mahasiswa ITB, di Gedung Sabuga ITB, Bandung, Sabtu (10/2/2018).

“Ruang ruang itu menjadi sarana yang luar biasa. Dan sekarang dengan kemampuan teknologi informasi digital itu jadi sangat cepat dan sengat sulit memonitornya. Kalau dulu kita gampang melihat secara fisik, tapi sekarang kalau orang diam dan yang dibukanya konten-konten semacam itu (radikal) gimana? Kita juga mesti aktif,” ujar Komjen Pol Suhardi Alius

“Tadi saya kasih penjelasan mengenai tahapan-tahapan untuk menjadi radikal agar mereka bisa menidentifikasi ‘oh temen saya ini (terpapar paham radikal’ lalu menginformasikan, jangan salah jalan dan saling mengingatkan. Mereka masa depan indonesia,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini.

“Kenapa saya bahas masalah kebangsaan lalu saya bahas radikalisme. Karena itu mempunyai korelasi yang sangat kuat. Kita harus dapat mempertanggungjawabkan dan harus tetap ada NKRI yang lahir sebelum kemerdekaan. Karena mahasiswa ini adalah masa depan bangsa Indonesia. Mari kita selamatkan dengan kita cekoki dengan hal-hal yang betul-betul membangkitkan nasionalisme mereka itu. Dan sambutannya sungguh luar biasa,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini

“Di tengah era globalisasi yang sangat luar biasa ini di tengah perubahan nilai-nilai yang sangat luar biasa, bangsa ini masih bertumpu kepada generasi muda Indonesia. Karena dari para mahasiswa inilah yang akan memimpin, memiliki dan membangun negeri ini pada 10-20 tahun mendatang,” kata Mantan Kadiv Humas Polri ini

Untuk itu dirinya meminta kepada generasi muda untuk mempersiapkan dirinya dengan baik serta berhati-hati dengan bonus demografi. Karena kalau sampai sekian banyak jumlah intelektual di negeri ini yang tidak terserap tentunya juga sangat rawan diinfiltrasi terhadap paham radikalisme. Karena perjuangan bangsa ini tentunya lebih berat, karena yang dihadapi adalah kawan sendiri, sebangsa dan setanah air.

Menurutnya, ada konsesnsus dasar yang ada di bangsa kita ini yang harus dapat menjadi pedoman dalam mempersatukan bangsa ini yakni Pancasila, Undang-undnaga Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Untuk masalah kebangsaan dirinya juga mengingatkan juga harus memakai hati, karena hati itu tidak pernah bohong. “Kita tidak sependapat dengan kelompok secara lisan, tetapi dalam hati kita membenarkan sesuatu hal. Tidak bisa kita menggunakan logika saja, jadi harus pakai hati. Karena hati itu adalah unsur untuk mengendalikan diri kita,” ujarnya..

Dalam acara ini Kepala BNPT itu. Selain menyampaikan materi, Kepala BNPT juga memutar film mengenai radikalisme. Sebelum menutup paparannya, Kepala BNPT juga mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk bersama-sama menyanyikaln lagu Berkibarlah Bendera Negeriku ciptaan alm. Gombloh.

Selain dihadiri para mahasiwa, turut hadir dalam kuliah umum tersebut yakni Rektor ITB Prof.Dr.Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi Dr. Miming Miharja, ST,M.Sc.Eng yang bertindak sebagai moderator serta beberapa dekan dan dosen ITB lainnya.(Lsw)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top