Beritabuana.co

Legislatif

Fahri Hamzah: Presiden Tak Boleh Bawa Feodalisme Ke Kampus

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritik Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menghadiri Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke Depok, yang membawa banyak tentara dan polisi.

“Itu kritian pertama saya. Ngga bener itu, ngga boleh begitu, bawa begituan (tentara dan polisi) ke kampus,” ucap Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (2/2).

Saran politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kalau hanya untuk datang ke Kampus itu, cukup dengan sistem pengamanan minimal, yakni yang melekat saja kepada presiden dengan mengutamakan operasi intelijen.

“Kalau hadir simbol-simbol kekuasaan di kampus, itu wujud dari simbolisasi represi dari kebebasan akademik. Itu yang saya sedihkan,” tambah Fahri.

Kedua, terkait Ketua BEM-nya yang mengangkat buku kuning di ruang pertemuan, dan kemudian dibawa keluar oleh Paspampres, menurut Fahri hal tersebut merupakan ekspresi mahasiswa. Seharusnya, Jokowi menanggapinya dengan terbuka dengan kritikan-kritikan.

“Saya bilang, itu kan ekspresi mahasiswa. Harusnya Pak Jokowi itu, siapa ini? BEM. Bagaimana, boleh kita ngomong? Ayo, apa kritik anda kepada pemerintah, saya ingin mendengar,” saranya.

Lebih lanjut, wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menyatakan, presiden di negara demokrasi harus terbuka. Tidak boleh membawa feodalisme dan kekuasaan di dalam kampus.

“Kampus adalah tempat banyak orang berfikir dan menyatakan pendapatnya secara bebas,” ujarnya.

Oleh karena itu, Fahri sangat menyesalkan dibawanya nuansa birokrasi ke kampus, dan pihak Rektorat UI yang juga terllau birokrat.

“Saya sesalkan nuansanya birokrasi. Saya kritik juga pihak Rektorat UI, kok terlalu birokratis gitu caranya, itu mimbar akademik,” tegassnya. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top