Beritabuana.co

Headline

Dinamisasi KA-KAMMI Kalahkan KAHMI dan Organisasi Alumni Cipayung Lain

Oleh: Abdullah Amas (Mantan Aktivis HMI)

Abdullah Amas. (Dok. Ist)

ADA Catatan jelang Mukernas KA KAMMI yang mengusung tema “Pemimpin Baru, Indonesia Baru, ABI (Arah Baru Indonesia 2019)

Pertama, KA-KAMMI berhasil melahirkan figur baru pemimpin baru republik Indonesia, yaitu Fahri Hamzah. Disaat organisasi lain tidak dimiliki oleh jabatan publik atau ada yang masih jadi pejabat tapi tak vokal, KA-KAMMI justru memiliki cerita sendiri tentang dipimpin figur kuat, punya jabatan publik yaitu wakil ketua DPR-RI yang disandang Presiden KA-KAMMI Fahri Hamzah. Fahri bukan hanya menjabat tapi juga vokal, kita bisa perbandingkan dengan organisasi alumni HMI, PMII, GMNI yang adem ayem

Kedua, KA-KAMMI tidak hanya memiliki soliditas internal yang kuat, tapi juga membuat gerakan eksternal yang disambut gerakan eksternal lain diluar KAMMI dan alumni KAMMI yaitu kegiatan “Pawai Kebangsaan” yang diikuti relawan kebangsaan lintas warna dibawah pimpinan Fahri Hamzah yang melakukan Pawai Kebangsaan keliling Indonesia di mulai dari titik nol Aceh, Batam, Surabaya dan hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Fahri selaku wakil ketua DPR-RI cukup representatif menjadi Muadzin Pawai Persatuan seluruh gerakan kaum muda, umat dan rakyat yang sedang mencari figur baru pemimpin fresh menyambut momentum 212, dimana organisasi alumni Cipayung lain jarang greget soal kekompakan internal apalagi mampu memunculkan satu nama Capres.

Sementara di KA-KAMMI nampak menguat nama Fahri Hamzah walau juga Fahri dan Internal KA-KAMMI banyak yang ujungnya juga ingin mengusung soko guru gerakan Tarbiyah sebagai cikal bakal KA-KAMMI yaitu mantan presiden PKS Anis Matta yang konon akan bikin acara satu hotel tepat di momentum Mukernas KA-KAMMI.

Kita lihat KAHMI dari dulu pun tak solid bicara Anas Urbaningrum capres, apalagi saat ini dipimpin yang tidak memiliki jabatan di eksekutif dan legislatif, macam mana mau bicara capres dari internal kader HMI/KAHMI.
Keluarga Alumni PMII pun belum kedengeran sepakat Cak Imin sebagai cawapres internal. Entah alumni GMNI yang dikenal punya sosok Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atau Alumni IMM yang belum bisa menyebut nama capres ditengah banyaknya kader alumni IMM yang menjadi sekjen Partai

Ketiga, tak absennya KA-KAMMI dalam situasi dalam dan luar negeri setiap saat dimulai dari 212, isu Palestin secara kontinyue untuk memberi arah dan mengisi kekosongan narasi bagi masyarakat yang butuh peta jalan melihat masalah.

Tiga hal ini lah yang membuat dinamisasi gerakan KA-KAMMI terlihat lebih ‘garang’ sebagai organisasi alumni KAMMI, walau KAMMI adalah organisasi mahasiswa yang paling junior lahir jauh dibandingkan saudara tua kelompok cipayung seperti HMI, PMII, IMM dan GMNI, tentu juga tak lepas dari nakhoda KA-KAMMI yang fighter yaitu Fahri Hamzah. ***

Comments

Most Popular

To Top