Beritabuana.co

Nasional

Tersangka Sanjoyo Ditahan Dalam Kasus Korupsi BKKBN

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tersangka baru dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014-2015 yang merugikan keuangan negara Rp38 miliar, Sanjoyo, akhirnya ditahan tim penyidik ​​pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kamis (25 / 1).

Tersangka merupakan pejabat eselon II, Direktur Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Jampidsus, Adi Toegarisman di Jakarta menyatakan, yang bersangkutan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung kalori Kamis (25/1) sampai 20 hari ke depan.

“Hal ini terbukti kami konsisten dalam penerapan hukum sampai tuntas. Saya juga mendorong untuk segera terbatasi pemberkasannya dan disidangkan, “katanya.

Penahanan terhadap tersangka Sanjoyo itu dilakukan setelah menjalani pemeriksaan sejak Kamis pagi sampai sakit. Kemudian digiring ke sel dengan menggunakan kendaraan tahanan milik Kejagung.

Sebelumnya, Penyidik ​​Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) juga menentukan Kepala BKKBN berinisial SCS sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun anggaran 2014-2015 itu.

Serta tiga tersangka lainnya, yaitu, YW pekerjaan Direktur Utama PT. Triyasa Nagamas Farma berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-51 / F.2 / Fd.1 / 07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

LW pekerjaan Direktur PT. Djaja Bima Agung berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-52 / F.2 / Fd.1 / 07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

KT pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (Kasi Penyediaan Sarana Program / mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN) berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-53 / F.2 / Fd.1 / 07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

Dengan ketentuan tersangka baru itu, secara keseluruhan sudah ada lima tersangka dalam hal ini.

Kasus itu bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melakukan kegiatan pengadaan Susuk KB II / Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp191.340.325.000 yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Kemudian, pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang di oleh para peserta lelang berada dalam satu lewat, PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang sehingga, harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan penyebab rendahnya tingkat kompetensi. Oisa

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top