Beritabuana.co

Senator

Resmi Dilantik Sebagai Anggota DPD RI, Sabam Janji Perjuangkan Aspirasi DKI Jakarta

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Politisi gaek Sabam Sirait berjanji akan memperjuangkan aspirasi daerah yang diwakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan pada saat dia diambil sumpah jabatan sebagai anggota DPD RI di Dedung DPD RI Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/1). Pengambilan sumpah dipandu Wakil Ketua DPD RI Nono Sampurno dalam Rapat Paripurna DPD.

Sabam Sirait adalah seorang legenda dalam politik Indonesia. Dia pernah anggota DPR RI selama lima periode dan dua periode menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Setiap periode itu memiliki masa waktu lima tahun. DI DPR, Sabam mewakili Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Fraksi PDI Perjuangan.

Terkait soal tugasnya sebagai anggota DPD, Sabam mengaku belum bisa banyak bicara soal karena dia harus terlebih dahulu memahami serta mengalami dinamika lembaga itu. Dari situ, dia akan tahu apa saja kelebihan maupun kekurangan yang harus dibenahi dari lembaga itu.

“Yang jelas DPD RI memang harus bekerja melakukan apa yang sudah menjadi fungsinya sesuai Undang-undang,” kata Sabam kepada wartawan.

Yang jelas, lanjutnya, DPD RI berbeda dengan Senat di Amerika Serikat. Dan apapun tugasnya, Sabam yakin dirinya akan cepat beradaptasi mengingat dirinya sudah terbiasa bekerja sebagai anggota Parlemen.

“Saya puluhan tahun di DPR, semuanya berguna untuk pekerjaan saya di sini nantinya,” kata Sabam.

Secara khusus, Sabam juga berbicara soal AM Fatwa, sahabat serta tetangga rumah yang digantikannya di DPD RI. Sabam mengenangnya sebagai seorang sahabat yang baik dan sering berdiskusi dengannya.

“Beliau itu tetangga saya di Bintaro, saya sering bertemu dia sebelumnya,” kata Sabam.

Sabam mengakui kedekatan itu mungkin karena keduanya sama-sama pernah dipenjara di era Orde Baru. Meskipun Sabam mengaku kalau dirinya dipenjara, waktunya tak selama AM Fatwa ketika masih berjuang. Saat Natal dan Lebaran, baik Sabam maupun Fatwa sering saling mengunjungi.

“Saya kira Fatwa melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Saya cuma heran dia tiba-tiba meninggal. Padahal umurnya lebih muda dari saya. Saya tak tahu apa sakit dia sebenarnya. Saya selalu mendoakan dia dan keluarganya,” kata Sabam. (Ndus)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top