Beritabuana.co

Nusantara

Usung Kader Luar, PDI P Kota Bekasi Ancam Golput

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota dan kader PDI Perjuangan di Kota Bekasi sedang galau dan resah. Mereka ini kecewa setelah DPP PDI P saat terakhir memutuskan Rahmat Effendi – Triadhianto sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota dipemilihan kepala daerah (pillada) Kota Bekasi tahun ini. Diantara mereka kemungkinan besar tidak akan ikut memilih alias golongan putih atau golput.

Seorang kader PDI P Kota Bekasi kepada beritabuana.co menceritakan kronologis penjaringan dan penyaringan bakal calon walikota Bekasi yang nantinya diusung pada pilkada. Setelah itu ada 4 nama yang muncul sebagai bakal calon, yaitu Mochtar Muhammad, Anim Imanudin, Lilik Haryoso dan Engkus.

Mochtar adalah bekas Ketua DPC PDI P dan mantan Walikota Bekasi, Anim adalah Ketua DPC PDI P Kota Bekasi, Lilik adalah anggota DPRD Kota Bekasi dan Engkus adalah orang luar seorang pengusaha yang mendaftar sebagai bakal calon.

“Jadi sejak awal hanya keempat nama itu yang disebut sebagai bakal calon dari PDI P Kota Bekasi,” kata kader ini.

Karena itu kata dia , siapa pun  dari keempat itu yang diputuskan DPP PDI P  sebagai calon walikota dan wakilnya, maka semua warga banteng termasuk pengurus di Bekasi siap mendukung dan memenangkan dalam pilkada.

PDI P di Kota Bekasi memang memenuhi syarat mengusung pasangan calon sendiri atau tanpa berkoalisi karena partai ini memiliki 12 kursi dari 45 kursi  di DPRD Kota Bekasi.

Karena itu sejak awal suara PDI P di kota ini merasa optimis akan bisa memenangkan calonnya sendiri dalam pemilihan itu.

“Hal ini lah yang membuat kader jadi kecewa berat. Kita bisa mengusung calon sendiri tetapi kemudian diputuskan mengusung calon petahana,” kata dia yang masuk dalam barisan kecewa.

Rahmat Effendi adalah calon petahana yang berpasangan dengan Triadhianto, seorang birokrat di Kota Bekasi. Pasangan calon ini diusung dan didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PPP, PKB dan Hanura.

Memang kata kader ini, ada dinamika politik di internal PDI Kota Bekasi sebelum pendaftaran bakal calon ke KPUD Kota Bekasi dimana PDI P sudah memutuskan ikut mengusung calon petahana. Yakni diputuskannya anggota Fraksi PDI P DPRD Jawa Barat Sumiyati Mochtar Muhammad dan Lilik Haryoso sebagai pasangan calon yang diusung PDI P dalam pilkada Kota Bekasi.

Dalam sebuah rapat pleno DPC dan dihadiri semua pengurus anak cabang di Kota Bekasi kata sumber tadi sepakat mengusung Sumiyati – Lilik.

“Karena keduanya memang kader partai maka semua setuju dan menyatakan siap memenangkan. Apalagi setelah DPP PDI P menerbitkan surat rekomendasi, semua bertambah semangat,” ujar dia.

Rupanya Sumiyati – Lilik mendadak menolak dicalonkan pada hal sudah siap mau didaftarkan ke KPUD. Alasannya mereka tidak siap.

Mengetahui hal ini hari itu juga kandang banteng di Kota Bekasi bergejolak. Mereka heran dan bertanya-tanya atas keputusan Sumiyati – Lilik yang tiba-tiba menolak diusung.

Selain heran dan bertanya, kader PDI P pun kecewa. Terlebih kecewa lagi karena saat itu Sumiyati dan suaminya Mochtar Muhammad sudah tidak ada di Bekasl karena ada informasi beredar mereka sudah berangkat ke tanah suci untuk menjalankan umroh.

“Sekarang PDI P di Kota Bekasi sedang bergejolak, sedang ramai, kecewa dengan keadaan yang ada. Sebagai partai yang bisa mengusung calon sendiri tetapi kenyataanya bertolak belakang. Apalagi mengusung calon petahana, Rahmat Effendi, dari partai lain,” ujar dia dalam nada kecewa.

Dia mengendus, ada permainan elit politik PDI P sehingga tidak bisa mengusung calonnya sendiri. (Ndus)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top