Beritabuana.co

Nasional

Jampidsus Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Investasi Pertamina

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung hingga saat ini belum tersangka kasus dugaan korupsi berespon PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG), Australia, pada 2009. Meski sudah sejak penyidikannya sudah dilakukan sejak Oktober 2016.

“Untuk BMG ada hal-hal yang perlu digali kembali, dimantapkan proses penyidikannya,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman kepada wartawan di Gedung Bundar, Kejagung, Kamis (11/1).

Dia menahan pendalaman itu agar hasil penyidikan benar-benar maksimal proses penuntutannya tidak ada hambatan.

“Jadi kalau ada hal-hal perlu dikalahkan betul-betul maksimal,” katanya.

Seperti detik ini, PT Pertamina (Persero) pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd. 

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau cara mendapatkan Rp568 miliar dengan nilai ekonomis 812 barel per hari.

Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 hanya bisa menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada tanggal 5 November 2010, Blok BMG Australia mengalami penutupan setelah ROC Oil Ltd, Petrolium Pantai, Sojits, dan Cieco Energy penghentian produksi minyak mentah (non production phase / npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis. Oisa

Comments

Most Popular

To Top