Beritabuana.co

Headline

Cerita AKBP Hermanto Dibalik Pengeprukan Anggotanya Rizal, Ditembak Matinya Sang Residivis Ahmad Sopian

Kasat Resnarkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya seputar pengeprukan anggota Sat Resnarkoba Polres Jakarta Barat, Brigadir Rizal Taufik dengan balok hingga luka parah oleh bandar narkoba Ahmad Sopian alias AS yang akhirnya diakhiri hidupnya oleh Sat Resnarkoba Polres.

Dijelaskan Kasat Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, Kamis (11/1/2018), berawal saat anggotanya bersama tim ingin menangkap AS di rumahnya, Kampung Janis, Tambora, Jakarta Barat, tepatnya di pinggir rel kereta api.

Rizal, ketika itu mendapatkan tugas dari tim untuk mengawasi dan memastikan AS memang berada di lokasi. Sementara anggota tim lainnya menunggu diseberang rel kereta api sambil menunggu aba-aba Rizal untuk melakukan penyergapan.

Namun, ternyata di luar dugaan. Ketika Rizal ingin memastikan lebih dekat. Bertemu langsung dengan istrinya AS, yakni SA. Sementara Rizal sendiri tak paham kalau SA adalah istri dari bandar yang dicarinya, yakni AS. Dan AS sendiri juga berada di rumah itu.

Karena langsung beramprokan dengan SA, Rizal langsung memberikan peringatan dengan kata-kata agar tak melawan sambil memperkenalkan dirinya sebagai anggota polisi, dan mengeluarkan senjata apinya dengan maksud untuk menjaga diri.

“Kamu saya tangkap. Saya polisi dari unit narkoba,” kata kasat menirukan ucapan Rizal saat akan melakukan penangkapan.

Mendengar suara agak gaduh itu, AS yang sedang berada di loteng segera turun untuk melihat sumber gaduh itu. Rizal pun sempat melihat AS dan diminta untuk tidak mendekat.

Menuruti perintah Rizal, AS pun tak mendekat dan kembali ke atas. Namun sekali lagi terjadi di luar dugaan. AS yang merasa terancam dan mungkin mengetahui petugas tak mengenalnya, mencari akal.

Gejala AS akan melakukan perlawanan sudah dirasakan Rizal, dan ia meminta kepada AS untuk tidak mendekat dan meminta mengangkat tangannya.

AS yang merasa dirinya terancam langsung mengambil balok kaso dan ke luar dengan jalan memutar lewat gang kecil. Dia muncul persis dibelakang Rizal yang masih melakukan ricek. Rizal sendiri tak tahu kalau AS sudah berada di belakangnya.

Tanpa diketahui Rizal, AS menghampiri dan langsung mengepruk kepala bagian belakang Rizal dengan balok kaso. Terkena hantaman Rizal langsung tersungkur. Sudah tersungkur AS pun masih berusaha memukulinya sambil mengeluarkan kata-kata umpatan dan makian yang sangat tidak mengenakan bagi seorang penegak hukum.

Dalam keadaan terjepit dan terluka parah, Rizal yang memang sudah terlatih kekuatannya langsung melepaskan tembakan dengan tujuan memberi tindakan tegas untuk menyelamatkan diri.

Beruntung AS pun berpikir dua kali menjalankan niatannya membunuh Rizal. AS bersama istrinya kemudian melarikan diri.

“Setelah AS dan istrinya kabur. Rizal tak kuasa menahan lukanya dan akhirnya tak sadarkan diri,” kata Suhermanto.

Tim lainnya yang menunggu, mendengar suara tembakan langsung berlari menuju lokasi. Di lokasi didapati Rizal sudah tak sadarkan diri dan dilarikan ke RS dan akhirnya di rawat di RS Polri Kramatjati.

Nah, cerita lanjut Suhermanto, dengan berbekal informasi akurat yang sudah dimilikinya, ia berhasil menangkap AS dan istrinya SA, di daerah Kabupaten Tangerang dalam waktu kurang lebih 10 Jam.

Lalu, kenapa SA dilakukan tindakan tegas dan terukur, jelas Suhermanto, saat diminta menunjukan barang bukti Sabu di tempat kejadian perkara, AS berusaha melakukan perlawanan, maka dia terpaksa di “sukabumikan”.

Dan perlu diketahui juga bahwa AS adalah sebagai residivis kawakan di kasus narkoba. Dia pernah ditangkap Polres Jakarta Utara, pada tahun 2007, dan baru keluar dari LP Salemba pada tahun 2010. (Badar)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top