Beritabuana.co

Nasional

Ditjen Imigrasi Identifikasi Meningkatnya Permintaan Paspor 2017

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenim Kemenkumham) mencatat, permohonan masyarakat dalam jabatan paspor 2017 meningkat jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Hal ini terjadi adanya perubahan perilaku di masyarakat yang semakin banyak dalam melakukan perjalanan ke luar negeri.

Demikianlah, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno dalam siaran persnya yang diterima redaksi Beritabuana.co , Minggu (7/1), di Jakarta.

Menurutnya, permohonan paspor pada tahun 2017 mencapai 3.093.000 . Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 3.032.000 dan tahun 2015 hanya 2.878.099 pemohon.

“Ada beberapa faktor penyebanya, seperti banyak paket perjalanan ke luar negeri, perubahan tren jamaah haji menjadi jamaah umrah, WNI yang bekerja ke luar negeri, dan acara yang oknum masyarakat yang menggangu sistem aplikasi paspor pas,” ungkap Agung.

Dijelaskan, sejak aplikasi paspor di ujicobakan pada Kanim Jakarta Selatan pada bulan Mei 2017 ada setengah juta lebih orang sudah menggunakan aplikasi tersebut.

Cody, lanjut Agung, pada akhir September sampai Desember 2017 ini terjadi antrian pemohon sehingga belum bisa terlayani sampai Januari 2018.

“Namun berdasarkan hasil investigasi intelijen keimigrasian menemukan adanya oknum masyarakat yang mengganggu sistem aplikasi paspor, sehingga menggangu masyarakat yang akan naik permohan online,” ujarnya.

Dikatakan, hasil investigasi menunjukkan adanya permohonan fiktif yang datanya mencapai 72 ribu lebih. 

Sedang modus yang dilakukan, lanjut Agung, melakukan pendaftaran secara online dengan maksud untuk menutup peluang masyarakat lainnya sehingga kuota akan habis.

“Persimpangan ada puluhan oknum masyarakat yang melakukan pendaftaran fiktif. Bahkan ada oknum masyarakat yang melakukan pendaftaran fiktif mencapai 4000 lebih dalam saja pendaftaran oleh satu akun saja. Asap berapapun kuota yang disediakan akan habis oleh oknum masyarakat tetsebut,” tegasnya.

Dalam mengatasi peningkatan permohonan paspor tersebut, kata Agung, pihak Ditjen Imigrasi saat ini memberikan kemudahan dalam terjemahan paspor yaitu dengan menyederhanakan persyaratan.

“Pemohon cukup bawa E KTP dan Paspor lama saja,” katanya.

Selain itu, tempat servis paspor yang sudah ada (125 Kanim di Indonesia) juga ditambah. Pelayanan paspor juga diberikan di 10 Unit Layanan Paspor (ULP), 16 Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP), 3 Unit Kerja Keimigrasian (UKK) dan 2 Mall Pelayanan Publik (MPP).

Menurutnya, Ditjenim juga sudah menambah kuota setiap Kanim agar bisa lebih banyak melayani masyarakat. Bahkan memberikan layanan Sabtu / Minggu mulai Desember 2017 sampai Januari 2018. Terakhir pada tanggal 29 Desember

“Dirjen Imigrasi sudah ke seluruh Kanim di Indonesia yang masih bisa penumpukan pemohon paspor agar selesai dalam waktu dua minggu, lanjut 29 Desember 2017 kemaren,” kata Agung menandaskan.

Terkait dengan sistem aplikasi paspor, lanjutnya, sejak tanggal 25 Desember 2017 Ditjen Imigrasi telah melakukan pengembangan dan penyempurnaan aplikasi, sehingga pada Februari 2018 aplikasi dengan performa baru akan diimplementasikan setelah terlebih dahulu didaftarkan di google apps.

Disisi lain terhadap oknum petugas imigrasi yang terbukti melakukan kode etik, kata Agung, telah dilakukan pemeriksaan dan diambil tindakan sesuai ketentuan kepegawaian yang berlaku.

Untuk memberikan kemudahan pemberian paspor Ditjenim juga telah bekerjasama dan berkordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait termasuk Kantor Staf Presiden (KSP) agar Pusat Data Keimigtasian (Pusdakim) dapat dilengkapi dengan data base Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Dengan sistem integrasi data dasar ini maka masyarakat tidak akan direpotkan dengan persyaratan kependudukan lagi,” kata Agung menambahkan. Oisa

Comments

Most Popular

To Top