Beritabuana.co

Headline

Inilah Alasan Polisi Menahan Artis Sensasi Jennifer Dunn

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono sedang menjelaskan alasan jennifer dunn ditahan

Jennifer Dunn alias Jedun saat di bawa menuju rutan narkoba Polda Metro Jaya

BERITABUANA. CO, JAKARTA – Kepolisian menahan artis resmi artis sensasi Jennifer Dunn bukan tanpa alasan. Dia ditahan, karena sudah dinyatakan sehat, dan tersangka berpotensi melarikan diri.

Atas dasar dua pertimbangab itu, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, polisi resmi menahan Jennifer Dunn di Rumah Tahanan (Rutan) Narkoba Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.

Argo Yuwono menambahkan, alasan paling mendasar polisi menahan Jennifer karena selain takut melarikan diri dan juga menghilangkan barang bukti. Apalagi, dia sudah tiga kali merasakan dingginnya menghuni jeruji besi.

“Ya dikhawatirkan Jedun melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dikhawatirkan mengulangi perbuatan yang sama. Jadi penyidik memberi kesimpulan melakukan penahanan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/1/2018).

Jennifer terlebih dahulu diperiksa oleh dokter kesehatan untuk mengetahui kondisinya.

Saat digiring ke rutan dengan menggunakan baju tahanan berwarna oranye, Jedun tampak terdiam dan sambil beberapa kali mengusapkan hidungnya dengan tangan.

“Untuk melihat tensinya apakah tersangka sakit atau tidak. Jadi pemeriksaan awal sesuai SOP sudah dilakukan,” jelas Argo

Perempuan yang akrab disapa Jedun ini ditahan karena kedapatan mempunyai narkoba jenis sabu seberat 0.6 gram, yang ditangkap pada Senin (1/1/2018) lalu.

Argo mengungkapkan bahwa Jedun mengaku tidak mengalami keluhan kesehatan sama sekali. Sehingga dirinya layak untuk dilakukan penahanan.

“Untuk sementara tidak ada (keluhan) ya, dokter mengatakan kondisi stabil,” jelas Argo

Lebih lanjut, Argo menyebut bahwa selain Jedun, pihaknya juga menahan seorang kurir di rutan Narkoba Polda Metro Jaya, yang mengantarkan barang haram tersebut kepada Jedun yaitu berinisial FS.

“Dan pertimbangan penyidik dan subjektifitas, dengan Undang-undang dan aturan gelar perkara, ya kami tahan juga dia (FS),” tutupnya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam dengan hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.(CS)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top