Beritabuana.co

Headline

Fahri ‘Singa Senayan’ Hamzah Vs Nafsu PKS yang Ingin Menggusurnya

Oleh: Rainaldo Adam

Rainaldo Adam

NAFSU partai Keadilan Sejahtera (PKS), untuk menggusur salah satu kadernya, Fahri Hamzah dari kursi Pimpinan DPR RI masih membara. Setelah berkali-kali gagal, kini momentum pergantian Pimpinan DPR pasca Setya Novanto (ketua DPR) remi manjadi tahanan KPK pun, dimanfaatkan oleh partai yang dipimpin Sohibul Iman tersebut untuk mendongkel Fahri Hamza yang telah resmi dipecat dari partai.

Bahkan, PKS sebagaimana disampaikan Shibul Iman beberapa waktu lalu mengaku siap tidak mendapatkan kursi pimpinan DPR asal Fahri Hamzah terdongkel dari posisi yang sedang dijabatnya itu. Segala upaya pun dilakukannya seperti membuka komunikasi dengan pimpinan Partai Golkar.

Menurut dia, Golkar sudah berkomitmen untuk mengabulkan hak PKS. “Waktu itu yang kontak saya pak Airlangga (Ketum Golkar) langsung. Bahkan Pak Ginandjar (politikus senior Golkar), jadi saya kira mereka menyatakan siap,” kata Shibul.

Fahri Hamzah sendiri ketika menanggapi keinginan PKS itu mengaku tak mau ambil pusing. Bahkan, dirinya mempersilakan PKS untuk melanjutkan proses hukum. “Saya denger, terakhir PKS tidak dapat kursi kan, yang penting saya diganti. Ya silakan saja,” katanya santai saat jumpa wartawan di ruang kerjanya lantai 3 Gedung Nusantara III DPR RI, belum lama ini.

Namun, ia mengingatkan bahwa untuk mengganti pimpinan DPR harus memiliki alasan. Apalagi, dalam undang-undang mengatakan bahwa status dari pimpinan DPR itu adalah satu kesatuan, kolektif kolegial, sehingga, kalau ada proses atau pergantian pun alasannya berat sekal.

“Ya namanya juga usaha, jadi usaha yang mau ditempuh, kan yang saya denger terakhir nggak apa-apa PKS nggak dapat kursi, yang penting saya diganti,” tambahnya lagi.

Memang, segala bentuk usaha yang ditempuh PKS merupakan hak dari partai yang saat ini dipimpin Sohibul Iman sebagai presiden partai. Namun Fahri mengingatkan bahwa dalam politik itu tidak hanya sekedar kekuasaan, tapi lebih mulia yang lebih tinggi. “Jadi, silahkan saja yang punya partai yang punya fraksi kan Pak Sohibul Iman. Dia mau apakan silahkan. Gitu namanya juga usaha,” jawabnya santai.

Diketahui, Fahri sudah dipecat dari semua posisi di PKS. Langkah tersebut ditempuh Majelis Tahkim PKS pada 11 Maret 2016 atas dasar rekomendasi Badan Penegakan Disiplin Organisasi.

Tapi Fahri melawan lewat jalur hukum. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk memenangkan sebagian gugatan Fahri terhadap PKS. Bukan itu saja, melalui proses banding yang diajukan PKS pun, Fahri masih berdiri tegak, karena Pengadilan Tingga DKI Jakarta pada 14 Desember 2017 lalu, menolak banding DPP PKS tersebut.

Dalam putusan di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, terdapat lima poin keputusan yang dikeluarkan hakim. Pertama, pemecatan Fahri Hamzah sebagai anggota PKS, anggota DPR, dan pimpinan DPR RI batal demi hukum.

Kedua, PKS harus mencabut putusan pemecatan Fahri sebagai anggota PKS, anggota DPR, dan pimpinan DPR. Ketiga, pengadilan menyatakan posisi Fahri Hamzah sah sebagai anggota PKS, anggota DPR, dan pimpinan DPR.

Keempat, pengadilan menghukum Badan Penegak Disiplin Organisasi, Majelis Tahkim, dan Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman membayar kerugian immaterial secara tanggung renteng sebesar Rp 30 miliar kepada Fahri Hamzah.

Terakhir, pengadilan memerintahkan BPDO, Majelis Tahkim, dan Muhammad Sohibul Iman merehabilitasi harkat martabat dan kedudukan Fahri seperti semula. Karenanya, sampai saat ini Fahri tetap menduduki posisi wakil ketua DPR, juga anggota Fraksi PKS DPR.

Kalah dibanding, PKS berniat mengajukan kasasi terhadap kemenangan Fahri soal pemecatannya. Jadi, mari kita tunggu apakah PKS mampu menjatuhkan Fahri Hamzah yang dijuluki ‘Singa Senayan’ itu. ***

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top