Beritabuana.co

Komunitas

Soal Perintah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Gus Hayid: Banyak yang Ingin Berbuat Kebaikan Tapi Caranya Salah

BERITABUANA.CO, JAKARTA- Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Skill ‘Nurul Hayat’ Jakarta dan Lumajang, KH Muhammad Nur Hayid mengaku masih banyak melihat orang-orang yang ingin melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar tetapi caranya masih salah kaprah.

“Belakangan ini banyak sekali orang terpangil untuk melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar tetapi caranya salah kenapa disebut caranya salah? karena ber Amar Ma’ruf tapi caranya Munkar, niatnya bagus untuk melaukan kebaikan tetapi caranya justru  tidak mnegikuti apa yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh  Rasulullah SAW,” kata KH Muhammad Nur Hayid.

Hal itu disampaikan Gus Hayid sapaan akrab KH Muhammad Nur Hayid dalam pengajian rutin Kitab Syuabil Iman di Ponpes Skill Jakarta, Rabu (20/12).

Gus Hayid lalu memberikan penjelasan mengenai terminologi dari Amar Ma’ruf Nahi  Munkar tersebut.

“Apa sih Amar Ma’ruf? apa Nahi Munkar? jadi, Amar dari kata ‘Amaro’ yang berarti  perintah, dan Ma’ruf itu artinya baik atau kebaikan jadi Amar Ma’ruf itu perintah untuk kebaikan dan Nahi mencegah Munkar perbuatan kemungkaran, jadi  perilaku untuk mencegah kemungkaran, maka Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah upaya mengajak kepada kebaikan dan upaya untuk mencegah diri kita dan oarang lain untuk menjauhi kemungkaran, itulah kurang lebih arti dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” Jelas Gus Hayid.

Lalu, dalam kajian Lughowi atau kajian bahasa sebagaimana dalam kitab ‘Syuabil Iman dari Syekh As Syirbazi memberikan tarif Ma’ruf itu setiap kebaikan tentu kebaikan itu ukurannya adalah Aqli (Alquran dan Al Hadis) dan Naqli (bisa difahami masyarakat).

Jadi, sesuatu yang mengajak kebaikan baik yang ada dalilinya atau cukup dari Aqli bahwa kebaikan itu ma’ruf, demikian juga semua yang dianggap keburukan itu mungkar dan mencegah segala keburukan maka itu disebut Nahi Munkar.

“Tugas kita saat ini adalah memperbaiki diri kalau diri kita sudah bagus baru beramar makruf nahi munkar, jangan sampai kita ini belum bener dan masih belepotan kesana-kemari tapi sok-sokan, sudah merasa paling benar lalu kemudian menghakimi orang lain semua salah dan hanya kita yang benar sehingga kita muncul perasaan bahkan menggunakan perasaan atau power kita sebagai pimpinan orang kuat dilapangan untuk berbuat kesewenangan dengan dalih beramar makruf nahi munkar,” ucap Gus Hayid.

“Ingat setan itu sangat luar biasa menumpang pada perilaku-perilaku keburukan. Seolah-olah baik, karena niatnya bukan karena Allah sesunghnya setan sudah menumpang,” tambahnya.

Apalagi, lanjut Gus Hayid niatnya sudah baik untuk kebaikan tapi dala niatnya tidak tulus kepada Allah serta cara melakukan kebaikan itu dilakukan dengan cara yang salah.

“Ini dobel ditunggangi oleh setan dan saya kira femomena ini sangat jelas dan kita bisa rasakan, kita bisa lihat betapa banyak orang yang seoalah mengajak kebaikan tetapi sejatinya hanya ingin memporak-porandakan tatan sosial dan kehidupan yang sudah damai karena apa, karana cara mereka berdakwa tidak pas,” tutup Gus Hayid.(Kds)

Comments

Most Popular

To Top