Beritabuana.co

Legislatif

Tjipta Lesmana Ingatkan, Jangan Sampai Bamsoet Antek Novanto

DIskusi soal Ketua DPR RI pasca penahanan Setya Novanto.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Nama politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet), makin santer disebut sebagai figur yang tepat sebagai Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto. Berbagai kalangan memuji Ketua Komisi III DPR ini, karena pola komunikasinya selangkah lebih maju dari politisi Partai Golkar lainya.

Meski demikian, pakar Ilmu Komunikasi Tjipta Lesmana mengingatkan agar Bambang harus bisa menjamin, kalau dirinya tidak ada kaitan, bahkan bukan anteknya Setya Novanto. “Jaminan itu perlu sekarang ini,” kata Tjipta Lesmana dalam diskusi dengan wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (7/12).

Dia menyatakan, Ketua DPR yang baru nanti benar-benar relative bersih, sehingga tidak sampai diobok-obok atau diungkit-ungkit masa lalunya. Lembaga DPR tidak sampai rusak citranya karena sosok ketuanya yang bermasalah.
“Sebab di DPR masih banyak anggota yang bagus-bagus,” kata Tjipta Lemana.

Ditempat yang sama, politisi PDI P Masinton Pasaribu dan politisi PKS Nasir Djamil mengatakan, pengganti Setya Novanto dikembalikan ke Partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini lah yang akan mengirim kadernya sebagai Ketua DPR pengganti Novanto.

“Siapa yang paling tepat, saya tidak tahu, itu internal Golkar,” ujar Masinton.

Meski demikian, dia menilai Bambang Soesatyo sudah membangun komunikasi di internal dan eksternal dan sepertinya sudah maju selangkah lebih maju dari yang lain. Dalam pandangannya, kepemimpinan Bambang selama di Komisi III terlihat ngemong ke anggota lain.

Nasir Djamil menambahkan, sosok Bambang Setya Novanto memang supel, komunikasinya baik, serta jaringannya bagus.

Pada kesempatan itu, Nasir membacakan sebuah sajak yang diujungnya menyebutkan Bambang ketua DPR. “Mudah-mudahan dukungan dari partai-partai lain ke Bambang Soesatyo bukan sekedar sorak-sorak saja,” kata Nasir.

Memang dia berharap, aliran dana dari kasus korupsi Simalator yang dulu pernah disebut-sebut diterima Bambang tidak benar.

“Memang sampai hari ini dia tidak terbukti menerima aliran dana itu,” katanya. (Ndus)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top