Beritabuana.co

Nasional

IKM Siap Pasok Komponen Mobil Desa

BERITABUANA.CO. JAKARTA — Sedikitnya 400 pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) sektor komponen otomotif yang tersebar di sejumlah sentra industri di Indonesia, siap memasok berbagai kebutuhan komponen kendaraan, terkait program Pengembangan Kendaraan Pedesaan yang dicanangkan pemerintah.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan beragam komponen otomotif dan alat pertanian berkualitas baik telah banyak dihasilkan sejumlah IKM di Klaten, Tegal, Purbalingga, Sidoarjo, Pati, Pasuruan, Sukabumi, Bandung, dan di seputar kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Beragam produk tersebut menurutnya, telah pula menjadi pemasok tetap sejumlah industri produsen otomotif nasional.

Gati Wibawaningsih menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan, mendorong, dan memacu kemajuan IKM sektor komponen otmotif dengan fokus terhadap aspek kualitas, biaya, dan kepastian pengiriman atau quality, cost and delivery (QCD).

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program strategis, seperti pembinaan kompetensi SDM, fasilitasi teknologi mesin dan peralatan, pengembangan produk, promosi, kemitraan, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Gati Wibawaningsih meyakini dengan adanya program kendaraan pedesaan akan semakin banyak IKM komponen otomotif berkontribusi di dalam mendukung rantai pasok industri otomotif nasional, yang sekaligus membawa efek luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta positif bagi perkembangan industri otomotif dalam negeri, peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi kendaraan, serta pembangunan IKM sektor industri otomotif dan alat mesin pertanian.

Hanya saja yang masih menjadi perhatian menurutnya adalah, perlunya langkah sinergi di antara pemangku kepentingan, terkait dalam akselerasi pengembangan Kendaraan Pedesaan di Indonesia. Upaya ini sekaligus untuk membangun ekosistem yang kuat terhadap daya saing industri otomotif dalam negeri.

Ia mengatakan bahwa pada November lalu pihaknya telah pula melaksanakan pemetaan kebutuhan kendaraan pedesaan di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Klaten, dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait, guna peroleh gambaran tentang volume kebutuhan, jenis otomotif yang dibutuhkan, maupun harga yang diharapkan terjangkau dengan daya beli masyarakat pedesaan.

Gati mengusulkan perlunya pembentukan konsorsium mobil pedesaan yang melibatkan seluruh pihak potensial dari segi teknis hingga non-teknis, guna adanya kepastian sinergisitas dengan sektor IKM otomotif.

“Pengembangan kendaraan pedesaan membutuhkan keterlibatan, komitmen, dan sinergi dari berbagai pihak,” kata Gati Wibawaningsih, di Jakarta, Kamis (7/12).

Menurutnya, IKM dalam negeri siap berkontribusi dalam memproduksi komponen kendaraan pedesaan.

“Kami memang memprioritaskan IKM lokal untuk terlibat dalam program mobil pedesaan yang sedang dikembangkan oleh pemerintah ini,” ujarnya.

Gati juga menyampaikan, guna menjaga kestabilan produksi komponen oleh IKM tersebut, Kemenperin telah melibatkan perusahaan baja milik negara, yakni PT Krakatau Steel untuk penyediaan bahan baku. Bahkan, pihaknya tengah membuat IKM terpadu di Halmahera untuk memastikan ketersediaan bahan baku dapat terjaga dengan baik. (Lili)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top