Beritabuana.co

Headline

Komisi III DPR Restui Arief Hidayat, LSM Meradang

BERITABUANA.CO, JAKARTA — Komisi III DPR memutuskan perpanjangan jabatan Arief Hidayat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Namun saat yang sama, Rabu (6/12),  sejumlah LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Mahkamah Konstitusi melaporkan Arief Hidayat ke Dewan Etik MK. Arief dilaporkan karena diduga melobi anggota Komisi III DPR untuk memperpanjang masa jabatannya yang akan habis April 2018 mendatang.

LSM yang melaporkan Arief antara lain Indonesia Corruption Watch (ICW), Lingkar Madani, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Tama Satria Langkun dari ICW usai memberikan berkas laporan di Gedung MK, Jakarta, Rabu (6/12), mengatakan pihaknya melaporkan Ketua MK Arief Hidayat karena dugaan pelanggaran etik, dalam bentuk melobi Komisi III DPR agar memperpanjang masa jabatan Arief selaku Ketua MK, yang akan berakhir pada April 2018.

“Dewan Etik MK harus melakukan penelusuran untuk menjaga independensi keberpihakan dari MK. Dewan Etik harus mencari tahu kebenaran serta bukti dari informasi yang beredar di media massa tentang lobi itu,” kata Tama Satria Langkun, di Gedung MK, Jakarta, Rabu (6/12).

Tama mempertanyakan
aspek integritas seorang hakim yang sepatutnya bersih dari pelanggaran etik. Hakim yang terbukti melakukan pelanggaran menurutnya, menjadikan masyarakat skeptis dengan keputusan yang diambil hakim bersangkutan.

“Bagaimana mungkin masyarakat mempercayai keputusan seorang hakim yang pernah melakukan pelanggaran etik, penegakan hukum oleh seorang hakim demikian tentu akan dipertanyakan ” kata Tama.

Sebelumnya, pada hari yang sama (Rabu, 6/12), Komisi III DPR memutuskan Arief Hidayat kembali terpilih sebagai hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi untuk masa jabatan berikutnya. Keputusan itu ditetapkan berdasarkan hasil uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan Komisi III DPR, Rabu (6/12).

Sebanyak sembilan fraksi di Komisi III DPR menyetujui Arief untuk kembali menjabat sebagai hakim konstitusi. Sementara fraksi Gerindra tidak menyampaikan pandangan lantaran melakukan aksi walk out saat Arief akan memulai paparannya di hadapan anggota Komisi III.

Keputusan itu akan dibawa ke rapat paripurna dalam waktu dekat, mensahkan Arief kembali menjadi hakim konstitusi untuk periode berikutnya.

Sementara itu Anggota Dewan Etik MK, Salahuddin Wahid, mengatakan telah mendengar kabar dari pemberitaan di media massa tentang adanya lobi politik antara DPR dan Ketua MK Arief Hidayat, dalam proses masa perpanjangan jabatan hakim MK.

“Jadi, beberapa hari ini ada berita soal kasus lobi Ketua MK. Nah, salah satu tugas dari Dewan Etik adalah menindaklanjuti kalau ada laporan atau informasi tentang dugaan pelanggaran etik oleh hakim konstitusi,” kata Salahuddin saat memberikan keterangan pers di gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).(ab

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top