Beritabuana.co

Metropolitan

Sidang Kasus Penipuan, Hakim PN Jaktim Sarankan Berdamai

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sidang kasus penipuan dan penggelapan sebesar Rp900 juta, dengan terdakwa Dirut PT Walau Bengkulen, Wage Ardi Wirawan kembali di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (5/12).

Dalam kesempatan tersebut, majelis hakim yang diketuai Popop Rizanta menyarankan kepada terdakwa agar bersedia damai dengan pihak korban (pelapor), Srihartini. Apalagi, kondisi terdakwa yang saat ini masih berduka sejak ditinggal ‘kepergian’ sang istri.

“Kami sarankan, sebaiknya kasus ini diselesaikan secara damai. Itu lebih baik,” kata Popop Rizanta sebelum melanjutkan persidangan tersebut.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum terdakwa, Rudi Pajar menyambut baik saran majelis hakim. Namun, pihaknya belum bisa memastikan lantaran kliennya tidak bisa hadir di persidangan.

“Terimakasih atas sarannya, dan saya akan sampaikan ke klien kami,” kata Rudi.

Sedang pihak korban (pelapor) Srihartini, juga mau terima damai asalkan terdakwa sanggup mengembalikan semua uang pinjamannya itu.

“Kalau mau berdamai ya saya terima, yang penting kerugian saya harus dibayar secepatnya,” kata korban pelapor di persidangan.

Sebelumnya, kasus hutang piutang ini berawal dari pertemanan korban  dengan terdakwa yang terjadi di bulan November 2010 silam.

Ketika itu, terdakwa mengaku butuh pinjaman dana sebesar Rp1 Miliar untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang sedang tanganinya kepada korban pelapor.

Dengan jaminan kepercayaan dan bukti-bukti surat penujukan kerja (SPK) atas dana proyek yang dimiliki terdakwa, akhirnya korbannya siapkankan uangnya.

Kemudian, korban pinjamankan secara bertahap, baik tunai maupun transfer bank ke atas Rp.900.000.

Namun setelah tiga bulan nanti, saat jatuh tempo batas akhir pembayaran utangnya, terdakwa tak pernah memenuhi janjinya.

Berbagai upaya telah dilakukan korban untuk menarik kembali uangnya namun selalu gagal. Bahkan terdakwa sering mengumbar janji dengan menyodorkan nilai cek dan surat tanah miliknya yang ada di Bogor. Tentu semua itu hanya akal-akalan terdakwa untuk menghindari biaya.

Karena merasa dipermainkan, akhirnya korban mengadukan kasusnya ke Polda Metro Jaya, dan kini terdakwa harus mempertanggungjawabkan secara hukum.

Dalam kasus ini, jaksa penuntut umum (JPU) Sorta menjerat terdakwa dengan pasal pasal 372 jo 378 KUHP. Oisa

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top