Beritabuana.co

Headline

Kritik Dari Kader untuk Pimpinan

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI.

(Twitter @Fahrihamzah 28/11/2017)

IJINKAN saya menulis kritik pada para pemimpin khususnya pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memimpin sekarang. Ada banyak keluhan yang sampai pada saya karena kritik sepertinya tersumbat. Kekakuan memahami organisasi membuat partai jumud dan mengalami stagnasi.

Padahal, dalam kaderisasi PKS pertama-tama diajarkan tentang makna-makna dasar tentang Allah, Alquran, Islam, Rasul, dan rukun-rukun utama iman dan Islam. Materi ini disebut Tamhidi Awal atau diberi kode T1. Materi-materi ini mengajarkan pada kita prinsip.

Dalam memahami prinsip kita menemukan hilangnya hirarki karena semua manusia sama di depan Tuhan kecuali karena Ketaqwaannya. Itupun tidak bisa dinilai oleh manusia. Kecuali yang melakukannya secara pribadi dan rahasia.

Materi-materi awal inilah yang mengantarkan kita pada etika pembebasan. Inilah yang membuat Islam itu digemari dulu dan itulah yang harusnya digemari sekarang. Saya tertarik dalam kajian Tarbiyah karena Islam itu membebaskan kita dari belenggu apapun.

Bagi mereka yang berjiwa merdeka, kajian aqidah dan yang melengkapinya amatlah kena. Hilanglah rasa takut dan beban atas dunia yang bergetah dan penuh luka. Kita seperti hadir membawa kaca mata baru yang mencerahkan jiwa dan pikiran kita.

Inilah tarbiyah, suatu gerakan yang sempat mewarnai kampus-kampus besar di seluruh Indonesia dan bak jamur di musim hujan mewarnai kajian Islam di kalangan generasi muda. Lembaga dakwah kampus menjamur. Depolitisasi kampus pasca NKK/BKK menemukan kanal baru.

Di tahap kedua, kader tarbiyah diajarkan berjamaah atau berorganisasi. Keluarlah materi-materi kajian sosial yang dilatari sejarah dan teori peradaban. Materinya disebut Tamhidi Tsani atau T2 yang intinya adalah metodologi dakwah.

Jika dalam materi T1 berorientasi pada pribadi maka materi T2 berorientasi pada masyarakat. Tentang bagaimana sebuah kebaikan direkayasa menjadi kenyataan sosial. Kajian ini semakin menarik.

Rasanya, ada banyak hal yang hilang. Terutama materi T1 yang saya katakan di awal. Kesadaran bahwa manusia itu sama di depan penciptaNya dan kita semua adalah saudara dalam kerjasama yang setara.

Lama-lama pembebasan itu akan hilang. Hirarki akan menggantinya. Dan kita seperti berada dalam piramida yang kaku. Lupa bahwa kita adalah keluarga (Usroh) yang bersaudara mencari keridhaan Allah, bukan pimpinan atau kekuasaan.

Inilah #KritikDariKader kepada pimpinan PKS sekarang yang harus disampaikan terbuka. Karena rakyat Indonesia juga berhak tahu partai yang mereka pilih. Jangan ada yang disembunyikan.

Di masa kepemimpinan yang lalu saya pernah sangat optimis dengan masa depan PKS. Menurut saya problem masa depan Indonesia banyak yang bisa dijawab oleh partai berjiwa muda ini.

Tren jumud di kalangan pimpinan yang sekarang membuat partai ini sulit berkembang. Padahal ada banyak isu yang paling pas dijawab PKS; isu lokal dan isu global dari terorisme sampai masa depan Agama.

Semoga Majelis Syuro yang terdiri dari orang-orang Arif bijaksana cepat menangkap gejala ini. Pemilu kurang dari 2 tahun lagi. Akan terjadi serempak antara pileg dan Pilpres. Apa persiapan PKS untuk menang?

Ini #KritikDariKader bagian 1. Saya akan sampaikan di lain waktu bagian 2. Semoga bermanfaat. #AgamaAdalahNasehat ***

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top