Beritabuana.co

Headline

Presiden Harus Buktikan Kalau Benar Banyak UU di DPR Pesanan Sponsor

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pernyataan Presiden Jokowi bahwa Undang-Undang (UU) yang dibuat di DPR banyak pesanan sponsor, harus dibuktikan agar tidak menimbulkan polemik dan kegaduhan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria saat dihubungi wartawan, Rabu (29/11), menanggapi pernyataan tersebut.

Kalau Presiden Jokowi menyampaikan banyak UU yang titipan sponsor, menurut Riza sebaiknya Presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan menyebutkan secara jelas.

“Sebutkan dong mana UU-nya, pasalnya, sponsornya siapa. Supaya tidak menimbulkan polemik, menimbulkan kegaduhan,” pintanyaa.

Sebab, menurut politisi dari Partai Gerindra itu, pernyataan Presiden Jokowi itu secara tidak langsung menyebutkan bahwa pemerintahlah yang ikut terlibat.

“Justru dalam pembuatan UU itu, domainnya lebih banyak pemerintah,” tambah Riza lagi.

Dijelaskan bahwa UU dibuat antara pemerintah dan DPR. Kalau pun ada sponsor seperti yang disampaikan Presiden Jokowi, berarti pemerintah juga terlibat dalam memasukkan sponsor.

“Mana bisa DPR buat sendiri UU. Mengenai UU yang sudah disepakati saja tidak diundangkan oleh pemerintah,” sindirnya.

Padahal, lanjut Riza, mulai dari perencanaan Prolegnas (program legislasi nasoinal) yang sudah disepakati, tapi tidak ditindakjlanjuti oleh pemerintah.

“Jadi lebih dominan pemerintah dari DPR dalam pembuatan UU. Jokowi harus tahu itu,” imbuhnya.

Yang lebih menyedihkan, Riza menilai kalau pernyataan Presiden Jokowi tersebut sama artinya merendahkan martabat pemerintah sendiri.

“Iya itu pernyataan yang merendahkan martabat pemerintah sendiri. Berarti pemerintah yang membawa masuk sponsor,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali menyindir proses pembuatan undang-undang di legislatif atau DPR RI. Bahkan, Jokowi menyebut banyak undang-undang yang mengandung “titipan sponsor”.

Sindiran kali ini disampaikan Jokowi saat berpidato dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (28/11/2017) malam.

“Dan yang dulu-dulu, undang-undang kita banyak yang pakai sponsor. Blakblakan saja. Sehingga banyak titipan-titipan. Saya kira hal seperti itu harus dihilangkan,” kata Jokowi. (Aldo)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top