Beritabuana.co

Olahraga

Kemayoran Dukung Uji Coba Asian Games 2018

BERITABUANA.CO, JAKARTA- Seiring uji coba Asian Games 2018 beberapa cabang olahraga di Gelora Bung Karno, Februari 2018, Wisma Atlet Kemayoran akan mulai dipergunakan. Untuk itu, dua tower dari tujuh tower yang ada akan dipakai. Sekaligus mennunjukan Hospitality Indonesia sebagai negara penyelenggara.

Untuk transportasi akan menjadi tolok ukur, misalnya jarak tempuh Kemayoran – GBK dan sebaliknya GBK – Kemayoran dalam waktu 20-30 menit. Meski dari tes yang pernah dilakukan memakan waktu tempuh normal 30-45 menit. Ini belum ada pengawalan. Belum ada melalui jalur busway.

Jika dalam uji coba ini hanya akan menampung 2.000 orang, maka pada puncak Asian Games 2018 yang dibuka resmi Presiden Joko Widodo 8 Agustus 2018 mendatang, Wisma Atlet akan ditempati 15.000 atlet dan ofisial.  Dalam Asian Games nanti di JIExpo – yang masih masuk wilayah PPK Kemayoran – akan dipertandingkan 10 cabor antara lain Kabadi, Taekwondo, Karate, Senam, Angkat Besi/Angkat Berat.

Wisma Atlet Kemayoran saat ini sudah dalam kondisi siap untuk menerima duta bangsa-bangsa Asia.  “Untuk towernya kesemuanya sudah 100 persen selesai. Tinggal lanscapingnya yang Desember ini  rampung,” kata Dwi Nugroho, Direktur Utama PPK Kemayoran dalam temu wartawan, Rabu (29/11) siang.

Selain di JIExpo, para atlet yang ada di Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) akan bertanding untuk cabor Jetski, Layar), Pulomas (berkuda equestrian), Rawamangun (balap sepeda), Gedung Britama Kelapa Gading (basket).

Satu unit Wisma Atlet 36 meter per segi, dengan 2 kamar tidur yang terdiri dari double tempat tidur, single tempat tidur. Untuk atlet cabang tertentu seperti basket atau voli karena tubuhnya lebih tinggi tempat tidurnya lebih besar. Ada juga Air Conditioning (AC), pemanas air, pantry.  Di dalam komplek terdapat Dining Hall yang bisa menampung 3.000 atlet.

“Wisma Atlet Kemayoran ini sesuai standar internasional berdasarkan persetujuan Dewan Olimpiade Asia (OCA/Olympic Committee Asian). Tidak berbeda dengan Wisma Atlet di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Standarnya sesuai hotel bintang tiga,” ujar Dwi Nugroho.

Kawasan Kemayoran adalah bekas Bandar Udara Kemayoran . Pada tahun 1985 diubahfungsikan sebagai Kota Baru Kemayoran. Jalan Benyamin Sueb yang membentang sepanjang 3,5 km merupakan bekas runway bandara. Banyak tempat tinggal menengah ke atas, perkantoran, dan JIExpo yang sudah lama ini.

Terdapat juga kantor Kodim, Kejaksaan. Kantor Mapolres dan Imigrasi juga, kata Dwi Nugroho, akan pindah ke Kemayoran. Beberapa BUMN juga sudah disiapkan akan berkantor ke Kemayoran. “Penawaran dengan beberapa pihak sedang dilakukan dan sifatnya terbuka. Kita maunya terbuka. Karena lahan di PPK Kemayoran adalah HPL (Hak Pengelolaan) untuk kepentingan bersama,” tambahnya.

Kemayoran juga memiliki Kawasan Hijau dengan Hutan Kota beserta Danau Kota seluas 22 hektar, termasuk lapangan golf. Dengan lapangan hijau terbuka, sisi utara Kemayoran tidak mengalami banjir.

Dalam pelaksanaan event Asian Games, sarana pendukung di kawasan ini menurut Dwi Nugroho sangat mencukupi, antara lain adanya Rumah Sakit Mitra Kemayoran dan RS Hermina yang bisa dijadikan rujukan jika ditemui masalah kesehatan pada saat pelaksanaan pertandingan nantinya.  (Daf)

Comments

Most Popular

To Top