Beritabuana.co

Ekbis

HIMKI, “Pemerintah Menghapus Wacana Dibukanya Ekspor Kayu Gelondongan dan Rotan”

Bahan baku rotan

BERITABUANA.CO, JAKARTA –Industri mebel dan kerajinan yang tergabung dalam HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) dengan tegas menolak atas wacana dibuka kembali kran ekspor log dan bahan baku rotan. Karena dibuka kembali tentu akan berdampak terhadap industri mebel dan kerajinan mengalami kekurangan bahan baku.

Ketua HIMKI, Soenoto mengatakan saat ini masih ada pihak-pihak yang menginginkan dibukanya ekspor log dan bahan baku rotan dengan berbagai alasan, seperti rendahnya daya serap di dalam negeri, dan lain sebagainya.

” Mereka menginginkan ekspor log dan bahan baku rotan karena menganggap lebih praktis dan menguntungkan dengan mengekspor bahan baku ketimbang ekspor barang jadi berupa mebel dan kerajinan,” kata Soenoto didampingi Sekjen HIMKI, Abdul Sobur dan Wakil Ketua umum Bidang bahan baku. Albertus Kuswidiarso kepada wartawan, d Jakarta, Selasa (28/11).

Menurut Soenoto, adanya desakan dibukanya kran ekspor log dan bahan baku rotan menimbulkan keresahaan bagi
pelaku usaha yang bergerak di bidang barang jadi, mengingat bahan baku kayu dan rotan yang ada di Indonesia sangat dibutuhkan oleh para pelaku industri di dalam negeri.

Bahkan saat ini pelaku industri mebel dsn kerajinan di dalam negeri, lanjut Soenoto sudah semakin susah untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Dengan demikian, apabila kran ekspor bahan baku dibuka akan terjadi penurunan daya saing industri didalam negeri.

Mayoritas anggota HIMKI merupakan usaha kecil dan menengah, padat karya, yang tersebar di sentra-sentra industri mebel dan kerajinan akan terkena dampak langsung akibat kekurangan bahan baku kayu dan rotan.

” Bahkan industri ini bisa tutup dan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja yang pada gilirannya menimbulkan kerawanan sosial. Karena itu, dengan adanya wacana ekspor kayu gelondongan (log) merupakan langkah mundur, mengingat pemerintah telah menggalakkan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan dampak berganda (multiplier effect). Ekspor kayu bulat dan bahan baku rotan akan menguntungkan sebagian kecil pelaku usaha di bidang kehutanan, tetapi banyak pelaku usaha yang nilai ekspornya tinggi akan kekurangan bahan baku, “tuturnya

Dia menambahkan kebijakan pembukaan kran ekspor log dan bahan baku rotan juga akan menguntungkan negara-negara importir yang telah lama menunggu kebijakan itu untuk memenuhi pasokan bahan baku industri mereka.

Sehubungan dengan utu, kata Soenoto,
HIMKI meminta kepada pemerintah untuk tidak menindak-lanjuti dan menghapus wacana kembali dibukanya ekspor bahan baku kayu gelondongan (log) dan bahan baku rotan, karena berpotensi menggerus permintaan ekspor mebel dan kerajinan dan merusak iklim industri dalam negeri.
(Lili)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top