Beritabuana.co

Opini

Parpol Cuma Bermanis Saat Jelang Pilkada dan Pemilu

Menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, sejumlah parpol semakin giat berbenah, berupaya sebaik mungkin untuk meraih simpati rakyat. Platform pendirian partai pun kembali disosialisasikan. Antara lain berupa pengenalan kembali program-program dari partai, dengan harapan dapat memikat hati masyarakat. Terlebih keberadaan parpol sejatinya adalah sebagai pilar demokrasi dan dalam rangka menyejahterakan rakyat.

Parpol tentunya berfungsi untuk menyerap, menghimpun, mengolah, dan menyalurkan aspirasi politik masyarakat, sekaligus merumuskan dan menetapakan suatu kebijakan, dalam mencapai kesamaan kehendak dan cita-cita.

Tapi survei nasional lembaga Poltraking Indonesia periode survei 8-15 November 2017 menunjukan, parpol sepertinya mempunyai jarak dengan masyarakat. Fakta tersebut seperti membuktikan parpol bersikap manis kepada rakyat hanya pada momen Pilkada dan Pemilu belaka. Setelahnya, parpol meninggalkan dan melupakan pemilihnya.

Dari 2.400 responden yang dihimpun sebagai sample survei lembaga Poltraking, sedikitnya 53,9% menyebut tidak satu pun parpol yang dekat dengan responden. Hanya 17,6% responden menyebut ada parpol yang dekat; dan 28,5% responden tidak menjawab. Sebuah kondisi yang mencerminkan sangat jauh dari idealitas keberadaan parpol, sekaligus memberi isyarat tak satu parpol pun yang benar-benar berada di hati rakyat.

Namun meskipun parpol dianggap memiliki jarak, atau jurang dengan rakyat, tetapi parpol masih mendapat kepercayaan dari rakyat. Hasil survei Poltracking menyebut sebanyak 38,1% masih percaya kepada parpol; 29,2% tidak percaya; dan 32,7% tidak menjawab.

Hasil tersebut menunjukkan ada ruang bagi parpol, yang tidak boleh disia-siakan untuk terus ditingkatkan. Survei tersebut telah menunjukan bahwa mereka yang masih percaya dengan parpol, hanya berbeda tipis dengan mereka yang tidak percaya, yaitu 7%.

Kepercayaan masyarakat terhadap partai politik, dapat dikatakan adalah esensi hubungan antara partai politik dan masyarakat. Partai politik membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari masyarakat dalam menjalankan perannya dalam sistem politik. Tanpa adanya dukungan dan kepercayaan dari masyarakat, maka mustahil sebuah partai politik bisa memperoleh kekuasaan dan menjalankan semua program kerjanya.

Namun, Beratnya meningkatkan kepercayaan publik terhadap parpol, adalah diakibatkan ulah parpol itu sendiri. Konflik internal parpol misalnya, yang mengemuka di ruang publik belakangan ini, serta munculnya elit parpol yang terlibat kasus korupsi membuat kian beratnya parpol merebut hati rakyat. (arman badriza)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top