Beritabuana.co

Komunitas

Field Trip Taman Safari, Yunike: Mengenalkan Anak Didik Kepada Binatang Ciptaan Tuhan

Kegiatan field trip sekolah berkebutuhan khusus ephphatha indonesia di taman safari. Seorang sedang mengemong sebagian siswa dan siswi dari satu tempat ke tempat lainnya

BERITABUANA.CO, BOGOR – Kepala Sekolah Berkebutuhan Khusus Ephphatha Indonesia, Yunike Agustina menjelaskan, setiap tahun sekolah yang dikomandoinya mengadakan kegiatan sekolah Field Trip (Karyawisata). Untuk tahun ini Ephphatha mengadakan Field Trip ke Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor Jawa Barat.

Kepala Sekolah, Sekolah Berkebutuhan Khusus Ephphatha Indonesia, Bekasi, Jawa Barat

Adapun tujuan dari kegiatan Field Trip ke Taman Safari pada Kamis (23/11) tersebut, sambung Yunike, tidak lain adalah agar siswa dan siswi dapat mengenal berbagai macam hewan ciptaan Tuhan yang dilindungi oleh negara.

Selain dari pada itu, tambahnya, siswa dan siswi juga dilatih untuk bersosialisasi dengan lingkungan di luar sekolah.

“Kegiatan ini mendapatkan dukungan yg sangat baik dari Orang Tua / Wali Murid. Kami sangat berterima kasih atas kerja sama itu. Di tahun depan mudah-mudah akan lagi diadakan yang lebih baik untuk kemajuan para siswa dan siswi,” kata Yunike.

Petugas Keamanan Ephphatha Indonesia Heru dan Jajat sedang menjaga salah satu siswa yang sedang tinggal orang tuanya untuk kebutuhan tertentu

Pernyataan kepala sekolah, Sekolah Berkebutuhan Khusus Ephphatha Indonesia itu disambut baik para wali dan orang tua murid. Salah satu orang tua murid, Arief Wicaksono yang diminta komentarnya via telepon seluler (ponsel), menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Field Trip yang dilaksanakan setiap tahunya.

Arief menyarankan, agar kegiatan tersebut terus dilakukan dan ditingkatkan bobotnya. Misal, disamping yang sudah dilakukan membuat tugas berfoto bersama hewan yang ada di Taman Safari, juga dibuatkan suatu acara yang edukatif.

“Edukatif itu, bisa bermain tebak-tebakan pengetahuan, atau semacam menjelaskan kehidupan para binatang yang berada di Taman Safari, atau apalah namanya supaya lebih hidup karyawisata itu,” kata Arief.

Namun begitu, tambah Arief, yang sudah dilakukan sudah cukup baik. Tak menjadi masalah. Soal baginya, dan mungkin wali atau orang tua murid melihat putra putri sudah sangat senang mencari binatang dan berfoto bersama sudah gembira.

“Anak-anak itu sudah sangat gembira kok. Apalagi para guru selalu sigap mengarahkan mereka ke mana, dan setelah itu ke mana lagi,” ujarnya.

Foto bersama siswa dan siswi Ephphatha Indonesia bersama wali dan orang tua murid serta para guru

Lain Arief, lain lagi Adi. Orang tua dari siswa Yulio ini mengaku puas, meski harus menahan capai dan lelah jalan sana, jalan sini mengikuti kegiatan Field Trip.

“Lelah banget deh. Tapi gak apa-apa yang penting anak saya senang dan gembira. Capai tak jadi masalah, nanti juga hilang sendiri,” akunya.

Senada dengan hal itu, Dadang Sugandi, orang tua dari siswa Elang Prakasa Yudha menanggapinya dengan ringan. “Cape pasti lah. Tapi gak mengapa, yang penting anak saya senang. Anak saya senang, pastinya saya lebih senang lagi. Meski harus selalu siap untuk membelikan ice cream untuk Elang. Sukanya memang ice cream,” ungkapnya menutup pembicaraan. (Kds)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top