Beritabuana.co

Ekbis

IKM Furniture Siap Pasok Kebutuhan Bisnis Pariwista

Direktur Jenderal Industrial Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih. (Dok. Lili)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Jenderal Industrial Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih menyatakan industri kecil dan menengah (IKM) sektor furnitur dan kerajinan nasional siap memasok berbagai produk unggulan untuk memenuhi kebutuhan bisnis pariwisata dan perhotelan di Indonesia yang kian tumbuh.

“Apalagi, kapabilitas Indonesia dalam menghasilkan produk furnitur dan kerajinan yang berkualitas sudah terkenal di mata dunia,” ujar Gati dalam Pembukaan Pameran The Hotel Week Indonesia 2017 di Jakarta, Kamis (23/11).

Gati melanjutkan bahan baku dan desain produk dari industri furnitur dan kerajinan, menjadi salah satu keunggulan Indonesia.

“Contohnya kayu jati yang dikenal memiliki daya tahan yang tinggi dan desain berkualitas untuk pemakaian di sektor perhotelan,” kata dia.

Kemenperin mencatat, hingga saat ini jumlah IKM furnitur dan kerajinan sebanyak 150 ribu unit usaha. Sebagian besar mereka sudah mampu menembus pasar ekspor, terutama ke negara tujuan seperti Amerika Serikat, Jepang, China, Korea, Australia, Saudi Arabia dan Inggris.

“Capaian ini menempati Indonesia di posisi kelima terbesar di dunia dalam nilai ekspor furnitur dan kerajinan yang menyumbang 1,04 milliar Dolar AS pada tahun 2016,” paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sambung Gati, jumlah hotel berbintang di Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 2387 unit atau mengalami peningkatan sebesar sembilan persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini seiring kenaikan signifikan dari jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia secara kumulatif pada periode Januari-September 2017 mencapai 10,46 juta kunjungan atau lebih tinggi 25,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Bisnis pariwisata di dalam negeri cukup berpeluang besar mengingat Indonesia memiliki banyak potensi keindahan alam serta keragaman dan keunikan budaya dengan didukung jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Ini yang perlu direspons oleh para pelaku IKM kita,” paparnya lagi.

Menurutnya, bisnis pariwisata tak terlepas dari industri hospitality, yang mencakup sektor perhotelan, property developer, kontraktor hotel, furniture interior dan outdoor living.

“Hal ini tentunya juga menjadi peluang bagi sektor IKM furnitur dan kerajinan untuk berinteraksi dan mempromosikan keunggulan produknya masing-masing,” imbuhnya. (Lili)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top