Beritabuana.co

Headline

JIN Tuding KPK Seperti Ojek Online, Bekerja Sesuai Pesanan Dalam Kasus e-KTP

Razikin Juraid, Ketua Presidium JIN.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaringan Islam Nusantara (JIN) menilai penahanan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto terkait dugaan korupsi proyek e-KTP, tidak syah. Bahkan, lembaga antirasuah pimpinan Agus Rahardjo itu dituding melakukan pekerjaan secara amburadul dengan melabrak hukum acara.

“Lebih menjijikkan, KPK melanggar SOP (standar operasi prosedur) yang mereka buat sendiri. Padahal dalam SOP KPK, buku kedua tentang penyelidikan sangat jelas tahapan-tahapan yang harus dilewati sehingga sampai pada tahap penyidikan dan penetapan seseorang sebagai tersangka,” kata Razikin Juraid selaku Ketua Presidium JIN kepada wartawan, Rabu (22/11).

Dalam konteks ini, sulit bagi Razikin untuk mengatakan tidak ada kepentingan lain dibalik semata-mata penegakkan hukum. Jadi menurutnya, KPK seperti Ojek Online yang bekerja sesuai pesanan.

“Siapa yang pesan, tentu sangat kompleks tapi yang pasti drama penersangkaan terhadap Setya Novanto sulit dikatakan tidak ada hubungannya dengan politik, terutama kepentinga Pemilu 2019. Ini yang pertama,” ujarnya.

Kedua, sambung Razikin, Novanto hari ini masih melekat jabatan publik sebagai Ketua DPR RI, dan mestinya KPK memperlakukan yang bersangkutan secara beradab. KPK mestinya bersabar memberikan kesempatan bagi Novanto untuk menggunakan instrument hukum yang tersedia, misalnya KPK menunggu judicial review pihak Novanto di Mahkamah Konstitusi (MK).

“KPK kan, juga pernah menggunakan alasan judicial review di MK untuk menolak hadir ketika dipanggil Pansus Hak Angket KPK,” tambahnya lagi mengingatkan.

Terkait dengan adanya dugaan keterlibatan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam proyek KTP Elektronik saat menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Razikin yakin KPK tidak akan berani periksa Agus Rahardjo, meski yang bersangkutan berkali-kali disebut terlibat oleh bekas Mendagri Gamawan Fauzi.

“Karenanya saya berharap Kejaksaan Agung bisa menindaklanjuti laporan kami beberapa waktu yang lalu. Jadi sangat terang-benderang, bahwa KPK bekerja sesuai seleranya bukan demi penegakkan secara equality before the law. Ada banyak nama disebut-sebut terlibat, kenapa hanya Setya Novanto yang jadi target utama,” ucapnya.

JIN, sambung Razikin akan memberikan dukungan kepada Setya Novanto untuk mengikuti proses hukum, meskipun sangat dzolim dan tidak adil. “Tapi saya percaya bahwa Pak Setya Novanto akan bebas dan tidak terbukti,” pungkasnya. (Ardi)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top