Beritabuana.co

Nasional

Kejagung Belum Tunjuk Jaksa Peneliti Kasus Pimpinan KPK

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejakasaan Agung (Kejagung) sampai sekarang belum menunjuk jaksa peneliti terkat diterimanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Bahkan Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan, SPDP yang dikeluarkan Badan Reserse Kriminal Polri tersebut belum bisa digarap karena masih berupa surat pemberitahuan dan tidak disertai dengan pengiriman berkas perkaranya.

“Belum-belum, masih terlalu dini. Baru selembar kertas yang kita terima,” kata Prasetyo menanggapi pertanyaan wartawan, di Kejaksaan Agung, Selasa (14/11).

Karena alasan itulah, pihaknya sampai saat ini  belum membentuk jaksa peneliti yang akan menangani perkara tersebut. Namun jika penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sudah mengirimkan berkas perkaranya, barulah pihak Kejagung akan menyiapkan jaksa peneliti.

“Jadi kalau sudah fix dan clear betul, ada perkaranya, baru kita tentukan jaksa peneliti,” kata Prasetyo menandaskan.

Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum itu pun mengatakan belum menentukan seberapa banyak jaksa peneliti yang bakal ditunjuk.

“Ya, nantilah gampang. Sebanyak mungkin,” ujarnya.

Ditanya soal status kedua pimpinan KPK tersebut, Prasetyo tidak memberikan jawaban secara tegas. “Disebutin terlapor, ya masih terlaporlah. Mungkin di sini pengertiannya penyidikan umum ya. Tapi, di KUHAP, tidak ada nomenklatur terlapor, yang ada itu ya tersangka,” katanya menambahkan.

Seperti diketahui, kedua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang dilaporkan karena melakukan pemalsuan surat. Informasi ini beredar setelah SPDP untuk keduanya beredar di kalangan awak media. SPDP itu dikeluarkan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim pada Rabu (8/11) lalu.

Dalam SPDP disebutkan, bahwa laporan ini sudah naik ke tahap penyidikan terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada 7 November 2017. Namun, status dua pimpinan KPK masih sebagai terlapor.Oisa.

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top