Beritabuana.co

Nusantara

Kajari Samarinda Terancam Dicopot

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda, Kalimantan Timur terancam dicopot, terkait tidak berjalannya sistem pengawasan terhadap anak buahnya yang diduga menerima suap atas perkara dana hibah Asosiasi Perguruan Swasta Indonesia (Aptisi).

Demikian diisyaratkan Jaksa Agung, HM Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan, di Kejagung, Selasa (14/11).

“Kajarinya juga harus dapat ‘punishment’, namun bentuk hukumannya ya harus disesuaikan dengan derajat kesalahannya,” katanya.

Sebelumnya, Jaksa Agung telah memecat Bramantyo, Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) di Kejari Samarinda.

Menurutnya,  oknum itu dipecat baik dari jabatannya sebagai jaksa maupun sebagai pegawai negeri sipil (PNS).  “Kita tidak ada kompromi,” katanya dengan tegas.

Meski demikian, lanjut Prasetyo, jaksa itu masih diberikan hak untuk mengajukan pembelaan diri sesuai prosedur yakni melalui majelis kehormatan jaksa.

“Nanti mereka diberi kesempatan untuk membela diri di hadapan majelis yang dipimpin salah seorang Jaksa Agung Muda (JAM).

“Di situ ada penuntutnya maupun pembelanya,” katanya.

Jadi, ditegaskan, persidangan bagi jaksa itu oleh majelis kehormatan dijalankan secara fair dan terbuka. Tentunya tidak mungkin penegak hukum menyapu lantai kotor kalau sapunya sendiri kotor.

“Kalau ada oknum yang melakukan kesalahan fatal, kita tidak ada kompromi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kejati (Kajati) Kaltim, Fadil Zumhana juga membenarkan adanya pemecatan salah satu jaksa tersebut.

Kejati Kaltim sejak Jumat (20/10) sampai Senin (24/10) melakukan pemeriksaan terhadap ketiga jaksa yang dilaporkan oleh masyarakat dalam kasus tersebut.

“Saya sedang mengklarifikasi dan memeriksanya  sejak Jumat (20/10) terhadap ketiga jaksa itu. Karena ada laporan masyarakat. Ya pokoknya masuk (laporan), saya tindaklanjuti,” katanya.

Seperti diberitakan, Kejari Samarinda melakukan penyelidikan dana hibah Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Kaltim. Perkara ini ditangani sejak Maret 2017 saat itu tahap pengumpulan bahan dan keterangan. Oisa

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top