Beritabuana.co

Opini

Duh, Di Pengadilan Penampilan Miryam Tetap Menawan

Andoes Simbolon

Oleh: Andoes Simbolon

SEOLAH bukan seorang pesakitan, mantan politisi Miryam S Haryani tampil begitu PD alias percaya diri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (13/11/2017). Pada hal, agenda persidangan kemarin adalah vonis majelis hakim kepada terdakwa Miryam, dalam kasus memberikan keterangan tidak benar terkait persidangan perkara korupsi KTP elektronik.

Dari beberapa foto di media cetak Selasa (14/11/2017), yang menampilkan wajah Miryam di Tipikor itu memperlihatkan keceriaan. Di salah satu koran terbit pagi, dia tetap kelihatan anggun dan menawan dengan gaun lengan pendek berwarna gelap. Penampilannya tidak berubah dengan dandanan dan mekup yang membuat dirinya terlihat menarik dan cantik, apalagi dengan kaca mata yang dipakainya. Saat itu Miryam sedang senyum sambil memegang tasnya.

Sementara disebuah koran yang terbit sore, wajah Miryam lebih ceria lagi. Bersama dengan seorang pria yang duduk disebelahnya, Miryam terlihat tertawa girang sampai giginya yang putih itu kelihatan. Tidak diketahui apa yang membuat keduanya tertawa lepas saat di PN Tipikor itu. Sekilas kelihatannya ada yang lucu sampai membuat mereka tertawa kegirangan. Berbeda pada foto di koran pagi, di koran sore ini nampak jelas kalung berwarna emas dilehernya.

Itu lah sosok Miryam S Haryani, yang selalu tampil ceria setiap kali diperiksa di gedung KPK maupun jika setiap dihadirkan di persidangan. Namanya ikut memcuat ketika terkuak kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik. Saat proses pengadaan KTP berbasis elektronik ini bergulir, Miryam adalah anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hanura. Sebelumnya dia duduk di Komisi Perhubungan dan Infrastruktur.

Dalam pusaran perkara korupsi KTP elektronik ini, nama Miryam makin sering disebut-sebut karena pengakuannya yang kontroversial, yakni mendapat tekanan dan ancaman dari penyidik KPK saat diperiksa sebagai saksi. Kemudian dari.pemeriksaan saat itu terseret nama beberapa anggota Komisi III DPR. Sehingga membuat heboh dan geger atas keterangannya itu.

Dalam pemeriksaan selanjutnya di pengadilan, ternyata ada informasi yang menyebutkan kalau Miryam juga menerima uang dari mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri terkait proyek KTP elektronik ini.

Nah, majelis hakim PN Tipikor Jakarta kemarin menjatuhkan vonis pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Miryam. Majelis hakim menyatakan, terdakwa Miryam terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar dalam sidang tindak pidana korupsi.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga menyatakan terdakwa terbukti menerima suap sebesar US $ 500.000, US $ 100.000 dan Rp 5 miliar dari Irman selaku pejabat Kementerian Dalam Negeri yang telah dipidana lebih dulu.

Seorang teman berkomentar, penampilan Ibu ini bukan seperti sedang menghadapi tuntutan. “Seperti mau kondangan. Dimana berdandannya ya,”ujar teman ini bertanya. ***

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top