Beritabuana.co

Nusantara

BNNP Malut Harapkan Keterlibatan Komponen Masyarakat

Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol. Drs Richard M. Nainggolan MM MBA.

BERITABUANA.CO, MALUT – Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol. Drs Richard M. Nainggolan MM MBA., mengakui keterbatasan BNNP dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Karenanya dibutuhkan pelibatan aktif seluruh komponen masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Peran Serta masyarakat yakni masyarakat diberi kesempatan seluas-luasnya dalam upaya P4GN termasuk Swasta, Ormas dan LSM.

“Sejalan dengan komitmen Undang-Undang, lingkungan sekolah berperan penting dalam penanganan permasalahan narkoba baik dalam upaya pencegahan, rehabilitasi maupun pemberantasan yang tujuannya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih Narkoba,” ucap kepala BNNP saat menyampaikan materi tentang kebijakan dan strategi pemberdayaan masyarakat di Maluku Utara, beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurut jendral bintang satu ini, BNNP Malut membutuhkan perpanjangan tangan melalui para guru penggiat anti narkoba yang handal dan dapat mandiri serta bersinergi dengan BNN dalam mendukung program P4GN di lingkungan sekolah.

Peran penting Penggiat Anti Narkoba menurut kepala BNNP dalam upaya Pencegahan, para penggiat ini dapat berperan sebagai penggerak, melaksanakan penyuluhan narkoba, di bidang rehabilitasi dapat memfasilitasi penyalahguna narkoba untuk wajib lapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor, dan jika terjadi peredaran gelap narkoba dapat bertindak cepat melaporkan ke petugas kepolisian maupun BNN.

Kepala Bidang P2M, Drs Hairuddin Umaternate, M.Si menyampaikan Kepala Sekolah dan guru secara teknis dapat membuat kebijakan sekolah yang bersih Narkoba serta membangun kemitraan dengan pihak BNN maupun kepolisian. Sementara guru sebagai orang tua di sekolah mampu membangun pola pendidikan berkarakter, pembiasaan, pengawasan dan nasehat dan menerapkan reward dan punishment bagi anak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Maluku Utara, Imran Yakub menyampaikan pihaknya akan aktif membentuk satgas anti narkoba mulai dari tingkat kabupaten /kota sampai di tingkat SMA, SMK dan MA yang dapat menyusun program dan rencana aksi serta jadwal nya.Tim ini menurutnya akan difasilitasi oleh APBD provinsi Maluku Utara dalam pelaksanaan tugasnya.

Selain penguatan materi juga dilakukan tes urine kepada Kadikjar, Kabid Pembinaan Pendidikan SMA Provinsi Maluku Utara dan 30 peserta Pelatihan Penggiat Anti Narkoba secara mendadak

Terkait pelaksanan tes urin, kepada sejumlah awak media Brigjen Richard menyampaikan, sebagai penggiat harus bersih dari narkoba, untuk menciptakan lingkungan yang bersih narkoba, penggiat narkoba harus bersih dulu, jadi setelah acara kepala Dikjar yang pertama melakukan tes urine disusul 30 Penggiat Anti Narkoba, dan hasil tes mereka semua dinyatakan negatif. (Natsir)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top