Beritabuana.co

Headline

Pahlawan Zaman Now, Berjuang untuk Masyarakat Tanpa Pamrih

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Bambang Sadono menyatakan bahwa sesungguhnya seorang pahlawan itu adalah siapapun yang mau bekerja dan mau berjuang untuk kepentingan orang banyak secara ikhlas, secara sukarela.

“Itulah disebut pahlawan,” kata Bambang Sadono dalam Diskusi 4 Pilar MPR bertema “Pahlawan Zaman Now” di Media Center Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/11).

Kalau pahlawan itu hanya yang wafat dalam peperangan lanjut dia, maka itu tentu makin lama, makin sedikit pahlawannya. Padahal justru dijaman sekarang ini lah banyak dibutuhkan para pahlawan. Artinya orang yang ikhlas, orang yang mau berjuang untuk kepentingan orang banyak.

“Nah sayangnya, saya melihat bahwa itu, makin tidak masuk akal untuk di zaman sekarang. Kenapa? Karena sekarang ini yang namanya idealisme itu, makin lama makin tipis, makin lama makin hilang,” ujar senator dari Jawa Tengah ini lagi.

Dia pun memberi contoh dibidang ekonomi dan bidang politik. Bidang ekonomi misalnya, keinginan UUD kita UUD 45 Pasal 33, bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan, itu sama sekali tidak menjadi kenyataan. Karena orang-orang makin mementingkan dirinya sendiri maka yang tumbuh konglomerat, taipan-taipan, saudagar-saudagar besar.

Koperasi mati suri, bahkan UU Koperasi ini saja setelah dibatalkan oleh MK sampai sekarang tidak ada tanda-tanda pemerintah maupun DPR mau membuat UU Koperasi. “Nah dengan model begini ini, bahwa kita sebenarnya menunjukan bahwa perhatian kita terhadap perekonomian kecil itu sama sekali tidak ada,” katanya.

Jadi, artinya yang kaya dibantu menjadi kaya, namun yang miskin dibiarkan untuk tetap miskin. Itulah sebabnya kata dia, kesenjangan pendapatan di Indonesia sangat timpangnya luar biasa, sudah perkiraan 1 persen orang Indonesia menguasai aset sampai 50 persen. Dan 10 persen orang Indonesia menguasai aset sampai 75 persen.

“Jadi jangan-jangan kita ini hanya bagian 90 persen yang kebagian aset 25 persen. Jadi silahkan berebut habis-habisan, jatah yang sangat sedikit itu,” bebernya.

Begitu juga dibidang politik sekarang, idealisme juga hampir tidak ada. Karena semua berjuang berdasarkan kepentingan masing-masing. Maka orang selalu mengatakan bahwa kita terlalu banyak politisi, tetapi sangat miskin negarawan yang memikirkan orang banyak.

Kemajuan untuk kepentingan orang banyak menurut Bambang sebagai sesuatu idealisme dan ideal itu sudah terkalahkan dengan kepentingan yang berjuang untuk kepentingan kelompok. Bahkan untuk kepentingan pribadi-pribadi.

“Saya melihat sekarang partai-partai sudah menjadi semakin personal, jadi ketergantungan partai terhdap elite sangat besar sekali, sehingga aspirasi yang datang dari bawah itu sangat jarang diperhatikan,” ucapnya. (Ndus)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top