Beritabuana.co

Headline

KKB Mulai Jarahi Bantuan Makanan, Warga Terancam Kelaparan

Ilustrasi

BERITABUANA.CO, TIMIKA – Kapolda Papua, Irjen Boy Rafly Amar mengaku dirinya mendapat laporan bahwa bahan makanan bantuan yang diambil warga di Polsek Tembagapura dirampas dan diambil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Akibat perbuatan kriminal KKB itu, kata Boy, saat ini warga sipil yang masih ditawan KKB mulai kekurangan makanan, karena aktivitas mereka sudah dibatasi dan tak diijinkan membeli makanan di Banti Gate yang berlokasi di dekat Mapolsek Tembagapura.

“Sementara bahan makanan milik mereka juga sudah menipis sehingga mulai merasakan kekurangan pangan, ” kata Boy Rafli, di Tembagapura, Senin (13/11).

Meski begitu, tambah Boy, satgas penanggulangan KKB akan tetap menyalurkan bantuan makanan dari Pemkab Mimika. Dan pihaknya tetap bersiaga penuh.

Soal kekuatan KKB itu sendiri, Boy memperkirakan ada 100-an orang dengan jumlah senjata api sekitar 30 pucuk serta membawa senjata tradisional seperti panah. Selain itu, KKB menjadikan warga sebagai tameng.

Maklumat

Mantan Kadiv Humas Polri ini pun mengakui sudah menyebarkan maklumatnya melalui pesawat helikopter kepada KKB di perkampungan sekitar Kota Tembagapura.

Penyebaran maklumat itu sendiri dijelaskan Kabid Humas Polda Papua, Kombespol A Kamal, ada sebanyal 1.500 lembar, yang merupakan bagian dari langkah persuasif yang dilakukan Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat atas keberadaan kelompok yang aparat keamanan menyebutnya, kelompok bersenjata.

Penyebaran maklumat itu menyasar terutama ke Kampung Utikini, Kampung Kimbeli, Kampung Banti, Kampung Opitawak, dan Kampung Aroanop, serta Kampung Tsinga di wilayahDistrik Tembagapura.

Adapun  maklumat Kapolda Papua Nomor : B/MKLMT/01/XI/2017 yang diterbitkan pada tanggal 12 November 2017 berbunyi bahwa, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951, diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata api secara illegal agar secepatnya, pertama, meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum atau Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kedua, agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman, penganiayaan, perampokkan, penjarahan, pemerkoasaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.

Kamal berharap agar maklumat yang tersebar tersebut dapat diterima oleh kelompok bersenjata dan dapat ditindaklanjuti. (Jay)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top