Beritabuana.co

Nasional

Kejagung Punya Bukti Intervensi Kepala BKKBN

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Warih Sadono menegaskan, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Candra Surapaty telah mengintervensi pengadaan KB II/Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

“Jadi peranan tersangka SCS itu melakukan intervensi dalam proses pengadaannya,” kata Warih menanggapi pertanyaan wartawan, di Gedung Bundar, Kejagung, Kamis (9/11).

Tersangka SCS sendiri telah ditahan terhitung sampai 20 hari ke depan dari 8 November 2017 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung. Alasannya, agar memudahkan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, serta mencegah menghilangkan barang bukti dan melakukan perbuatan serupa.

Ketika ditanya alat bukti dalam kasus tersebut, Warih menyatakan siap membukanya di persidangan. “Nanti dilihat dalam proses persidangan. Kita buka semuanya,” katanya.

Meski demikian pihaknya telah menyita uang sebesar Rp5 miliar dalam kasus itu. “Memang belum sebanding dengan kerugian negara, kita masih kejar aset dari para tersangka,” ujar Warih menambahkan.

Seperti diketahui,, tim penyidik dalam kasus ini juga sudah menetapkan tiga tersangka lain, yakni YW pekerjaan Direktur Utama PT Triyasa Nagamas Farma, LW pekerjaan Direktur PT Djaja Bima Agung, dan KT pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (Kasi Penyediaan Sarana Program/ mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN).

Kasusnya bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp191.340.325.000 yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Kemudian, pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam satu perusahaan, yakni PT Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang sehingga, harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi. Oisa

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top