Beritabuana.co

Headline

Anak Buah SBY Bilang, Paling Pas itu AHY-Cak Imin, Bukan Sebaliknya

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon saat bicara dalam diskusi di Media Cente Nusantara III DPR RI, bersama anggota Fraksi PKB DPR RI Maman Imanul Haq dan pengamat Politik SMRC Sirojudin Abbas. (Foto : Jim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menilai kurang pas apabila Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden(capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

“Kurang pas. Bukan Cak Imin-AHY, tapi AHY-Cak Imin, ini angka yang bicara,” kata Sitindaon dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Menakar Cawapres Potensial 2019” di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis (9/11).

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon bersama anggota Fraksi PKB DPR RI Maman Imanul Haq dan Pengamat Politik SMRC Sirojudin Abbas sebagai pembicara pada diskusi Dialektika Demokrasi membahas tentang Menakar Cawapres Potensial 2019 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/11/2017). (Foto : Jim)

Beberapa waktu lalu, kelompok anak muda yang menyebut sebagai Pro-1 (Pro One) mendeklarasikan dukungan kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres dan AHY sebagai cawapresnya. Dukungan ini didasarkan kepada beberapa pertimbangan.

Melanjutkan pernyataanya Sitindaon beralasan bahwa trend AHY naik seperti yang diperlihatkan sejumlah lembaga survey. Naiknya trend putra sulung Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden dua peiode SBY ini, karena kerja keras Partai Demokrat, sampai-sampai mereka kurang tidur demi menggenjot elektanilitas AHY.

“Pulau Sumatra habis disisir AHY. Ke Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, memberi kuliah umum di kampus disana. Ke Sumbar mutar-mutar di kampus. Ke Palembang. Nanti ke Banda Aceh. Sebelumnya sudah ke Makasar, masuk kampus Unhas yang terkenal itu. Pulau Jawa juga sudah,” paparnya meyakinkan.

AHY, kata dia, bukan kader Partai Demokrat, tetapi AHY anak kandung Demokrat. Sama seperti Jokowi, anak kandung Solo tapi milik Indonesia.

“AHY faktor penentu siapa pun pasangannya,” katanya penuh semangat.

Bahkan, Sitindaon mengibaratkan bagi AHY, ongkosnya pilkada DKI Jakarta tetapi capaiannya pilpres 2019. Karenanya, dia sangat yakin akan keberhasilan AHY dalam pilpres nanti karena memang hasil survey menunjukkan hal tersebut, baik untuk cawapres maupun untuk capres.

“Ada hasil survey menyebut, untuk cawapres AHY paling tinggi dan paling kuat untuk capres,” kata Sitindaon. (Ndus/Jim)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top