Beritabuana.co

Headline

Pro Kontra Jelang Kunjungan Trump ke Korsel

BERITABUANA.CO, SEOUL – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan melakukan kunjunga ke Korea Selatan. Ratusan warga Korsel turun ke jalan-jalan ibu kota pada Sabtu (4/11) untuk protes.

Demo massa di Seoul ini terjadi karena mereka takut perang antara AS dan Korea Utara benar-benar pecah. Demonstrasi anti-Trump berlangsung di sebuah lokasi yang hanya berjarak beberapa blok dari Kedutaan Besar AS di Seoul.

Namun, ada juga demo pro-Trump di lokasi yang berdekatan dengan jumlah massa lebih kecil. Dua demonstrasi ini mencerminkan keprihatinan yang saling bertentangan di Korsel pada saat banyak orang merasa risiko konflik dengan Korut akan mengerikan.

”Saya datang ke sini untuk protes karena saya takut perang,” kata Hong Jae-pum, 37, demonstran anti-Trump, yang bekerja di perusahaan pembersih. ”Dan jika perang pecah, kita semua mati,” lanjutnya.

Pengunjuk rasa anti-Trump berkumpul ramai-ramai membawa poster bertuliskan “No Trump, No War”. Massa juga menari khas Korea dan menghasi wajah.

”Kami membenci Trump,” bunyi salah satu yel yang dinyanyikan oleh para pemrotes. ”Kami cinta damai. Kami mencintai kesetaraan,” bunyi yel-yel lainnya.

Demonstran ingin menunjukkan kepada dunia bahwa orang Korea Selatan tidak mencari konflik. ”Saya ingin Presiden Trump tahu bahwa kami tidak menginginkan perang,” kata Yoo Seung-hyun, 32, seorang aktivis. ”Trump perlu memahami bahwa banyak masalah di Semenanjung Korea bergantung padanya.”

”Saya berharap warga Amerika memperhatikan apa yang terjadi di sini,” kata Kim Hyun-a, 49, seorang guru yang juga ikut demo bersama para siswanya. ”Perang membawa tragedi,” ujarnya.

Sementara itu, para demonstran pro-Trump yang didominasi para orang tua menyambut baik kunjungan Trump yang segera tiba di Seoul. Mereak melambaikan bendera Amerika dan membawa berbagai poster yang salah satunya bertuliskan “Welcome Trump”.

Massa pro-Trump ini juga berharap Presiden AS tersebut dapat membantu menyelamatkan mantan presiden Korea Selatan Park Geun-hye yang kini dipenjara terkait sejumlah skandal.

”Saya ingin Trump menghancurkan Kim Jong-un,” kata An Man-young, 70, merujuk pada pemimpin Korea Utara. ”Dan juga membebaskan mantan presiden Park yang tidak bersalah,” ujarnya. (Daf)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top