Beritabuana.co

Ekbis

Transaksi e-Commerce Bank BTN Naik 400% Lebih

Managing Director Distribution & Network PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. Budi Satria bersama Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya, Founder & CEO Gambaran Brand Arto Soebiantoro, serta Executive Producer Brand Adventure Andi F Noya berbincang dan memberikan penjelasan dalam Launching Program Brand Adventure di Menara BTN, Jakarta, Rabu (1/11/2017). (Foto: Jim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Era digitalisasi telah mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia termasuk dalam transaksi belanja yang mulai menggunakan system online. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., termasuk yang menuai berkah dari berubahnya gaya hidup yang mulai manjadi trend di Indonesia.

Demikian Budi Satria, Direktur Bank BTN mengatakan pada saat dialog bertema edutainment tentang brand local di gedung menara BTN Lantai 6 Jakarta, Rabu (1/11).

Menurut Budi, gaya hidup serba mudah dan cepat dengan hanya bermodalkan sebuah hanphone sekarang menjadi trend generasi now.

“Sekarang masyarakat jaman now suka belanja dengan system online dan ini membuat transaksi ecommerce BTN naik tajam,” tambahnya.

Lebih dari 400% transaksi dilakukan oleh nasabah Bank BTN menggunakan online system dan ini luar biasa peningkatannya.

Hanya dalam kurun waktu satu tahun trend belanja telah mengubah paradigma bisnis yang menuntut perbankan harus siap melayani dengan system digital.

September 2015 tercatat hanya sekitar 5.000 nasabah yang melakukan transaksi online. Posisi yang sama tahun 2017 jumlah transaksi secara online naik menjadi sekitar 29.000 nasabah.

Dengan layanan ecommerce yang dimiliki peseroan, emiten bersandi saham BBTN ini mencatatkan jumlah transaksi online e-commerce melonjak sebesar 594,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) per September 2017.

“Sejalan dengan lonjakan tersebut, nominal transaksi e-commerce melalui Bank BTN pun naik 472,59% yoy per September 2017,” kata Budi Satria.

Perubahan jaman sudah mulai masuk di sekitar kita dan kondisi itu membuat kita perlu menyesuaikan diri. Ini, menurut dia adalah sebuah fakta bahwa telah terjadi pergeseran gaya hidup yang saat ini sudah mulai masuk pada kehidupan masyarakat Indonesia terutama dalam mereka berbelanja.

Dunia modern adalah jawaban dimana semua kebutuhan sudah dapat dilayani dengan digital dan ini membuat kami perbankan juga perlu berbenah diri.

“Ini sebuah perubahan sekaligus kebutuhan yang perlu dipenuhi dan kami harus beradaptasi,” kata Budi sembari menambahkan Bank BTN merupakan bagian dari perbankan nasional yang tidak saja hanya berbisnis pada pembiayaan KPR saja.

Produk umum sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi terkait dengan produk dan jasa perbankan juga dapat dilayani oleh Bank BTN.

“Kami mempunyai banyak produk dan layanan yang saat ini sudah mengikuti jaman. Bahkan saat ini manajemen serius untuk menjadikan korporasi masuk dan siap memberikan layanan dengan digital banking yang sudah BTN siapkan,” paparnya.

Oleh karena itu, BTN sudah mulai banyak menyasar pada bisnis yang dapat berkembang demi masuknya dana murah untuk perseroan. Seperti masuk pada lingkungan kampus yang sudah dilakukan pada hampir seluruh kampus di Indonesia.

“Kemudian komunitas masyarakat yang memiliki bisnis untuk dapat bekerjasama dengan bank. Bahkan kami saat ini cukup gencar melakukan kerjasama dengan komunitas belanja online yang dapat didukung oleh layanan digital BTN,” katanya.

Budi juga mengatakan bahwa pihaknya ingin bagaimana nanti akan terbentuk digital economy ecosystem. Kalau ini terbentuk maka akan muncul brand-brand yang akan dengan mudah masyarakat mengenal termasuk mudah untuk bank memberikan dukungan.

“Bagi kami, menggarap bisnis e-commerce tidak hanya menyoal transformasi bisnis untuk meningkatkan layanan, tapi juga berpartisipasi dalam penngembangan ekosistem e-commerce tersebut,” ujarnya.

Dengan memberikan edukasi bagi brand lokal, sambung Budi agar kapasitasnya meningkat serta masuk ke lini digital, secara tidak langsung Bank BTN akan mengembangkan e-commerce dalam negeri dan mendukung ekonomi nasional.

“Ke depan kami mempunyai rencana bagaimana masyarakat berbelanja dapat dengan mudah, tidak perlu mengeluarkan dompet, tidak perlu pakai kartu, cukup semua dapat dilakukan hanya dengan handphone,” kata Budi menjanjikan. (Jim)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top