Beritabuana.co

Headline

Penyidik HAM PBB Kecewa dengan Suu Kyi

BERITABUANA.CO, NEW YORK – Kekecewaan dikemukakan penyidik Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atas pelanggaran kemanusiaan di Myanmar, terutama atas tanggapan pemimpin negara itu, Aung San Suu Kyi, terkait krisis Rohingya. Penyidik HAM PBB itu menilai Suu Kyi bersikap masa bodoh terhadap kekerasan yang berkecamuk terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Yanghee Lee penyidik dari Korea Selatan menggarisbawahi frustrasi dunia internasional mengenai perilaku Suu Kyi mengenai penganiayaan terhadap Rohingya. Lee adalah seorang ahli hak anak terkemuka yang ditunjuk untuk jabatan penyidik hak asasi manusia PBB pada tahun 2014.

Menurut Lee, ada begitu banyak kebencian dan permusuhan terhadap Rohingya di Myanmar yang sedikit sekali yang berani menentangnya. Laporan pembunuhan, pemerkosaan, desa-desa yang terbakar dan pemindahan paksa tidak mendapat liputan di media berita Myanmar.

“Ini benar-benar membuat bingung semua orang, dan telah benar-benar membuatku bingung, tentang posisi tak beralasan Daw Aung dalam masalah ini,” kata Lee seperti dikutip dari New York Times, Jumat (27/10).

“Ia (Suu Kyi) tidak pernah menyadari bahwa ada orang seperti itu yang disebut Rohingya – itu adalah titik awal. Saya sangat kecewa,” lanjutnya.

Lee berbicara sehari setelah ia menyampaikan sebuah kritik tajam mengenai situasi HAM Myanmar ke Majelis Umum PBB. Lee mengatakan ia sangat terkejut dengan suasana anti-Rohingya di negara ini.

“Sayangnya, tampaknya ada sedikit simpati, apalagi empati, untuk orang Rohingya di Myanmar. Selama beberapa dekade, ini telah dibudidayakan di benak rakyat Myanmar bahwa orang Rohingya tidak menjadi penduduk asli negara tersebut dan oleh karena itu tidak memiliki hak apa pun yang dapat mereka klaim,” ungkapnya.

Tidak ada tanggapan segera atas komentar Lee dari misi diplomatik Myanmar di PBB. Sebelumnya pejabat Myanmar membantah tuduhan pembersihan etnis dan telah menegaskan penggambaran luar krisis tersebut terdistorsi atau dibuat simpatisan pro-Rohingya. Mereka juga secara tajam membatasi akses ke Negara Bagian Rakhine. (Daf)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top