Beritabuana.co

Opini

Solusi Efektif Cegah Konflik Transportasi Umum

Ilustrasi

AKSI turun ke jalan para pelaku transportasi angkutan umum konvensional yang menolak kehadiran angkutan umum berbasis aplikasi online (internet) maupun sebaliknya adalah bukti permasalahan kedua kelompok itu belum terselesaikan secara tuntas.

Edison Siahaan

Apabila terus terbiarkan, maka kondisi ini potensi memicu terjadinya konflik horisontal yang lebih besar. Tentu akan menuai kerugian bagi kita semua khususnya sektor transportasi angkutan umum.

Memang tidak mudah merumuskan solusinya, tetapi tidak berarti membiarkan permasalahan terus bergulir. Pemerintah sebagai penanggungjawab terwujudnya lalu lintas dan angkuran jalan yang aman, selamat,tertib dan lancar (kamseltibcar) sekaligus sebagai regulator harus menemukan win win solusi yg berkeadilan bagi para pelaku usaha transportasi.

Kemajuan teknologi adalah keniscayaan karena akan mempermudah aktifitas manusia. Tetapi pemerintah hrs tetap menjaga kelangsungan usaha konvensional yg telah ada dan terbukti memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja maupun penerimaan negara dari sektor pajak.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah agar terus berinovasi membuat regulasi yg berdasarkan keadilan sehingga tdk saling mematikan. Pemerintah hrs terus mendorong tumbuh dan berkembangnya teknologi tetapi disisi lain tetap menjaga keruntuhan usaha konvensional.

Pemerintah lewat regulasinya harus menjadi solusi efektif utk mencegah ketegangan para pelaku usaha konvensional dgn pelaku usaha transportasi berbasis aplikasi. Keduanya berjalan dalam koridor peraturan yg bernafaskan keadilan dan kejujuran dan tidak adanya kecurangan.

Pemerintah harus berada pada koridor yang netral dengan menerapkan sistim dan mekanisme yang berlaku secara adil. Dari mulai perijinan operasi, perlindungan konsumen, standart kompentensi sebagai persyaratan pengemudi, pengujian kelayakan kendaraan sebagai syarat untuk transportasi angkutan umum. Tidak juga lupa standarisasi tentang persaingan usaha yang menciptakan kesamaan hak dan kewajiban para pelaku usaha transportasi angkutan umum. Semuanya berada dalam satu level yg sama dan tidak boleh keluar dari koridor ketentuan yang diamanatkan UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Pemerintah memiliki beragam acuan yang dilakukan sejumlah negara untuk mengatur sistim transportasi mereka. Seperti Jepang, Jerman , Canada, pemerintah disana mewajibkan perusahaan transportasi umum baik berbasis aplikasi memiliki ijin operasi sama dengan yang lainnya. Begitu juga persyartan golongan SIM yang dimiliki pengemudi harus sama. Bahkan beberapa negara lainnya, mewajibkan setiap pengusaha maupun pengemudi transportasi angkutan umum apapun bentuknya hrs turut dgn aturan PPh dan PPn yang berlaku.

Masyarakat memilih transportasi yang berada dalam sistim dan aturan yang berlaku. Artinya, pemerintah memberikan pilihan kepada masyarakat yang semuanya legal dan tidak haram.

Pemerintah harus mencegah segala bentuk kekuatan yang merusak sistim dan tatanan yang berlaku. Pemerintah harus menjamin semua teknologi yang beroperasi sudah lebih dulu melewati proses penelitian untuk memastikan bahwa teknologi tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan serta kesesuaian dengan budaya bangsa Indonesia.

Teknologi bukanlah segalanya, justru bisa menjadi bumerang jika teknologi dipaksakan. Sebab secanggih apapun teknologinya dan sehebat apapun infrastrukturnya, tidak akan berarti apa apa jika masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai dan kesadaran hukum masyarakatnya masih sangat rendah.

Pemerintah harus memperioritaskan pembangunan jiwa agar siap membangun badannya. Seperti bait dalam lagu kebangsaan Indonesia ” bangunlah jiwanya bangunlah badannya”.

Untuk menjaga dan memelihara transportasi angkutan umum baik yang konvensional maupun berbasis aplikasi. Pemerintah segera membuat regulasi yang memiliki semangat kebersamaan dalam satu aturan untuk semua pelaku usaha trasportasi.

Para pelaku usaha transportasi harus melintas pada warna garis yang sama meskipun dengan gaya yang berbeda. Kesamaan level dalam aturan yang sama adalah upaya efektif mencegah perbedaan . Aturan yang berlaku sama langkah jitu mencegah konflik.

*Edison Siahaan* —  Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch ( ITW)

Comments

Most Popular

To Top