Beritabuana.co

Metropolitan

Ibu Kandung Korban Pengroyokon Hingga Tewas, Mengadu ke Polda Metro Jaya

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Duka nestapa melingkupi keluarga Rosani Nina Sari, ibu kamdung Abi Qowi Suparto (20), yang tewas dikeroyok sekolompok orang karena dituduh mencuri rokok elektrik (vape) di sebuah toko di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

“Saya tidak mempunyai firasat, sehingga anak saya menjadi korban pengeroyokan hingga tewas,” ujar Ibu Korban Rosani Nina Sari di Polda Metro Jaya, Jumat (8/9).

Peristiwa bermula saat Abi membeli sepaket vape seharga Rp 1,6 juta di sebuah toko di Jl Tebet Raya, Jakarta Selatan. Dia lalu keluar dengan membawa vape tersebut dan hendak mengambil uang.

Setelah itu, Abi meminjam motor dari tukang ojek yang dia sewa untuk mengambil uang. Lama menunggu, tukang ojek tersebut akhirnya bertanya ke karyawan yang ada di toko tentang Abi. Tukang ojek itu mengira Abi adalah pegawai namun setelah dipastikan dia bukan siapa-siapa di toko vape tersebut.

Fachmi sebagai pemilik toko kemudian menyebarkan postingan di media sosial soal bantuan pencarian pelaku penipuan sepaket vape dan sepeda motor.

“Hari Senin tanggal 28 Agustus 2017 bertemu dibawa oleh Adit dan Dimas ke toko Rumah Tua Vape di Pejompongan dan terjadi penganiayaan dan atau pembunuhan berencana,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy Kurniawan.

Abi kemudian ditemukan dalam keadaan kritis di Jl Penjernihan Raya, Selasa (29/8/2017). Pihak keluarga lalu membawa Abi ke RS Tanah Abang dan dirujuk ke RS Tarakan hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (3/9/2017).

Setelah itu, dua hari setelah meninggal beredar video penganiayaan terhadap korban di grup percakapan. Pihak keluarga yang mengetahui hal tersebut berencana melapor ke Polda Metro Jaya.

Sementara itu, polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Orang-orang itu adalah RSH, FK, AA, dan APW. Tiga orang lagi yang diduga terlibat masih dalam pencarian. (min)

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top