Beritabuana.co

Nasional

Polisi dan Kemenag Harus Lebih Tegas Hukum Biro Umrah Bermasalah

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Kasus yang menerjang PT First Travel yang menelantarkan ribuan jemaah umrah ternyata hanya puncak gunung es. Di bawah permukaan terdapat banyak penyelenggara umrah yang menyengsarakan jemaahnya. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengungkapkan beberapa biro umroh yang bermasalah lainnya antara lain, biro umroh Kafilah Rindu Ka’bah (PT Assyifa Mandiri Wisata) , Hannien Tour (PT Usmaniah Hannien Tour) dan Basmalah Tour (PT Wisata Basmalah Tour and Travel-Bintaro).

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/9) Tulus meminta Bareskrim Mabes Polri dan Kemenag segera melakukan tindakan hukum terhadap biro-biro umrah yang telah merugikan masyarakat. Langkah hukum  itu berupa perdata, sanksi administrasi dan juga pidana.”YLKI mendesak Bareskrim Mabes Polri dan juga Kemenag bersikap lebih tegas terhadap biro umroh lain yang tingkat pelanggarannya tak kalah dengan First Travel,” ujar Tulus Abadi.

Dijelaskan bahwa korban massal calon jemaah Kafilah Rindu Ka’bah mencapai lebih dari 3.056. Sebanyak 1.800-an calon jamaah Hannien Tour masih tidak jelas nasibnya bahkan 33 calon jamaah umroh Basmallah Tour and travel (Bandung) sudah ditutup dan kantor yang berada di Bintaro diduga kuat sudah berganti nama dan makin membuat tidak jelas nasib kasusnya.

Menghadapi kenyataan ini para jemaah tak tinggal diam. Mereka mengadukan masalahnya ke polisi. Rencananya Selasa siang (5/9) sekitar jam 13.30 WIB sebanyak 50 orang jamaah Kafilah Rindu Ka’bah akan ke Bareskrim Mabes Polri untuk laporan pidana. “Calon jemaah berharap langkah pidana akan memudahkan pemenuhan hak keperdataannya dan dapat membuat para pelaku jera dan menjadi pelajaran bagi travel lain agar tidak berbuat yang sama,” kata Tulus. Selain mengadukan ke polisi para jamaah juga mendesak agar Kementerian Agama membentuk crisis center untuk menangani calon jemaah yang menjadi korban umroh bermasalah. (syd)

Comments

Most Popular

To Top