Beritabuana.co

Metropolitan

Tabung Gas Bocor Akibatkan Ibu dan Balitanya Luka Bakar Serius

Korban kompor gas terbakar sedang mendapatkan perawatan di rs kartika

BERITABUANA.CO, BEKASI – Sebuah tabung gas 3 kg milik warga  Perumahan Griya Setu Permai 2. Blok  DD .7. No. 03. Ciledug Setu Kab Bekasi, terbakar. Akibatnya, seorang balita yang berada tak jauh dari lokasi ibunya yang dekat kompor tersambar percikan api dan menderita luka bakar serius dibagian kaki, tangan dan kepala. Suci (30) dan balitanya Kenji (3), saat ini sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kartika Husada.

Peristiwa yang menghebohkan warga warga dilokasi kejadian itu terjadi pada Jumat (21/7) pagi.   Saat itu Suci akan menyalakan  kompor gas di dapur. Entah bagaimana bisa terjadi tiba-tiba saja kompornya mengeluarkan api, dan langaung menyambar korban dan balitanya.

Sontak keduanya berteriak menahan sakit dan kaget. Mendengar teriakan itu, para tetangga pun mendatangi arah suara teriakan.

Sesampai di tempat suara teriakan itu, para tetangga sangat kaget menyaksikan pemandangan yang memilukan. Tetangga pun bergegas melakukan pertolongan awal.

Melihat keadaan korban, para penolong itu langsung bersama-sama membawa kedua korban ke rumah sakit terdekat.

Sampai di rumah sakit, para penolong mendapatkan kekecewaan. Karena penerimaan rumah sakit dianggap tidak memuaskan.

Dokter R yang mengeluarkan kata – kata yang dianggap para penolong itu sangat tidak profesional, seperti  layaknya seorang dokter. Pernyataan yang tak profesional itu, disebutkan salah satu penolong di antaranya, bahwa sang dokter langsung bilang tak sanggup menanganinya, dan bilang akan dirujuk ke rumah sakit lain. Padahal, ditangani juga belum.

Lebih menyakitkan lagi, tatkala ada yang menyebut di antara penolong ada seorang wartawan, sang dokter tadi langsung mengeluarkan kata-kata yang dianggap tidak sopan. “Jangan bawa-bawa wartawan,” jelas salah seorang penolong menirukan ucapan dokter itu.

Alasan lainnya, tambah penolong yang mengaku dirinya sebagai wartawan sebuah media online,  bahwa di Rumah Sakit Kartika Husada tidak memiliki ruang isolasi untuk rawat inap.

Setelah melalui perdebatan keras akhinya pihak rumah sakit menerima kedua korban bersama jaminan kesehatan (BPJS) yang dimiliki korban dan balitanya. (Syam).

Print Friendly, PDF & Email
Comments

Most Popular

To Top