Beritabuana.co

Legislatif

Stok Pangan dan Harga Terkendali, Politisi PDI P Puji Pemerintah

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmad Handoyo.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmad Handoyo menyatakan, pemerintah bersama seluruh stakeholder patut diberi apresiasi karena secara bersama-sama bisa mengamankan stok pangan dan menstabilkan harga pangan selama masa bulan puasa dan hari raya Idul Fitri 2017.

“Maka keberhasilan ini menjadi tolok ukur menghadapi momen-momen serupa ke depan agar lebih baik kembali,” kata Handoyo menjawab Beritabuana.co di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/7).

Dia mengatakan, tahun ini kondisinya lebih bagus dari tahun sebelumnya, kebutuhan pokok dan stabilitas harga terkendali, sehingga nyaris tidak ada gejolak di masyarakat.

Memang, diakui Handoyo ada komoditas yang harganya mengalami kenaikan diluar kendali, tetapi itu pun terbatas seperti bawang putih. Namun, pemerintah telah mengambil langkah dengan melakukan operasi pasar diberbagai tempat.

“Memang kita ketahui, bila permintaan banyak maka biasanya harga menjadi naik, itu wajar saja,” kata dia lagi.

Namun, lanjut Handoyo, pemerintah bisa mengantisipasinya dengan manajemen pengendalian stok yang cukup. Dia pun menyebut pemerintah cukup cerdas karena belajar dari pengalaman menghadapi bulan suci ramadhan dan hari raya lebaran sebelumnya terkait dengan stok bahan makanan yang cukup tersedia, sehingga implikasinya adalah negara bisa mengontrol harga.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, DPR dalam hal ini Komisi IV tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah meski harga dan kebutuhan pokok selama bulan suci ramadhan dan hari raya lebaran tahun ini relatif terkendali.

“Dalam rapat-rapat nanti jelas ada evaluasi terkait managemen stok dan harga,” katanya.

Sehingga dalam rangka memperbaiki dimasa mendatang, DPR dan pemerintah akan menyempurnakan lagi yang sudah baik. Jangan sampai hal yang sudah baik itu bisa mundur seperti yang pernah terjadi.

“Managemen stok yang kurang optimal dan harga pangan cenderung melonjak tidak boleh terjadi,” ujar Handoyo. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top