Beritabuana.co

Nasional

Ini Pengakuan Sabam Sirait, Dulu PDI Ribut Karena PNI

Sabam Sirait, PDI Perjuangan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Politisi gaek Sabam Sirait adalah saksi hidup perjalanan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), sejak lima partai politik berfusi tahun 1973. Kelima partai itu adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Katolik, Partai Musyawarah Bersama (Murba), dan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).

Di Kongres I PDI tahun 1976, Sabam yang sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Parkindo terpilih sebagai Sekjen DPP PDI dan ketua umumnya adalah  Sanusi Hardjadinata dari unsur PNI. Sayangnya, sejak berfusi itu PDI selalu dilanda konflik oleh elitnya sendiri hingga tidak pernah melalukan konsolidasi.

“Hanya mengurus perkelahian dua orang, orang PNI, orang besar, satu menteri dan satu wakil ketua DPR,” kata Sabam dihadapan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMK) di kantor Yayasan Komunikasi Indonesia, Jakarta, Jumat (30/6).

Menurut Sabam, perkelahian kedua tokoh PNI itu tidak jauh dari perebutan kursi ketua umum PDI. Rupanya mereka masih berambisi menjadi orang nomor satu di partai berlambang kepala banteng ini.

Akibatnya kata Sabam, pemerintah dalam hal ini Presiden Soeharto saat itu ikut campur tangan menyelesaikan konflik di tubuh PDI. Campur tangan itu diterima karena dianggap positif atau dianggap baik.

“Jadi lah Sanusi Hardjadinata sebagai ketua umum, bekas gubernur Jawa Barat, bekas menteri dan bekas Dubes RI di Kairo, dan pendiri Universitas Padjajaran, Bandung,” kata Sabam sambil menambahkan kalau dirinya saat itu menjabat sebagai Sekjen DPP PDI.

Sedangkan Soenawar Soekawati dan Isnaeni lanjut Sabam diberi posisi di pemerintahan. Soenawar sebagai menteri, tapi tidak dikasih posisi di partai, sedang Isnaeni ditunjuk Presiden Soeharto sebagai Dubes RI di Vietnam.

Menurut Sabam, yang berkelahi di PDI saat itu adalah unsur PNI, bukan Parkindo, bukan Partai Katolik, Murba dan IPKI. “Tapi keempat partai ini jadi korban,” ujar Sabam seraya menambahkan, perkelahian tersebut tidak apa-apa. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top