Beritabuana.co

Metropolitan

Wah… Harus Punya 2 Sepeda Motor Nih! Terkait Rencana Plat Ganjil Genap di Jakarta

BERITABUANA.CO, JAKARTA – DKI Jakarta berencana memberlakukan kebijakan plat nomor ganjil genap untuk kendaraan sepeda motor yang melintas di wilayah ibu kota. Rencana pemerintah ibukota republik ini ditanggapi dingin para pengendara.

“Wah… harus punya dua sepeda motor nih! Apakah hal itu justru menguntungkan para pabrikan motor, namun tetap tidak mengurai kemacetan,” kata Maulana, pelaju asal Bekasi, menanggapi rencana itu, Rabu (21/6).

Ia mengusulkan agar pemprov DKI Jakarta untuk mengkajinya lagi. Karena bisa jadi itu lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya.

Menurut Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, mengenai aturan ganjil genap untuk sepeda motor, sekarang harus dikaji dulu. Pihaknya harus pertimbangkan kemungkinan-kemungkinannya.

Mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan kajian itu dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya. Sebelum benar-benar diterapkan, semua aspeknya harus dipertimbangkan terlebih dahulu.

Saat ini jumlah sepeda motor yang lalu-lalang di wilayah DKI Jakarta sudah terlalu banyak. Jadi, penggunaannya harus segera dikendalikan sebelum jumlahnya terus bertambah banyak.

“Jumlah sepeda motor di Jakarta sekarang ini sudah terlalu banyak. Jadi, harus dikendalikan penggunaannya. Aturan ganjil genap itu kan sudah lebih dulu diterapkan untuk mobil. Selanjutnya tinggal diterapkan untuk sepeda motor,” ujar Djarot.

Keberadaan sepeda motor saat ini sudah menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan arus lalu lintas di Kota Jakarta. Karena itu, jumlah sepeda motor harus mulai dibatasi.

Selain mengurangi kemacetan arus lalu lintas, ia mengungkapkan tujuan pemberlakuan aturan ganjil genap untuk sepeda motor adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di wilayah ibukota.

“Sebetulnya tujuan penerapan ganjil genap untuk motor itu sudah jelas. Sama halnya seperti mobil, yaitu untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Namun yang penting sekarang harus dikaji dulu mengenai rencana penerapannya,” ungkap Djarot. (Daf)

Comments

Most Popular

To Top