Beritabuana.co

Ekbis

Mendag Enggar Turun Langsung Pantau Stok Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Mendag RI, Enggartiasto Lukita

BERITABUANA.CO, SEMARANG (JATENG) – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita turun langsung ke sejumlah tempat seperti pabrik, gudang, pusat distribusi dan pengecer barang kebutuhan pokok (Bapok), di Jakarta,  Bekasi, Medan, dan Sumatera Utara. Blusukan serupa pun dilakukan Mendag Enggar di Kota Semarang, pada Rabu (3/5)  untuk memastikan keamanan stok pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Ketika di Medan, Enggar bersama Gubenur Sumatera Utara, Teungku Ery menggelar rapat koordinasi (Rakor) Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok di Daerah, yang dilaksanakan di Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara.

Dalam Rakor tersebut, Mendag menyampaikan pemerintah telah mengadakan Rakor dengan Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan seluruh Indonesia pada 22 Maret 2017, untuk membahas kesiapan stok dan harga bapok menjelang puasa dan lebaran tahun ini.

“Pemerintah telah mengambil langkah antisipasi untuk menyambut bulan puasa dan Lebaran 2017, yaitu dengan mengidentifikasi ketersediaan stok dan harga bahan pokok, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Selain itu, diperlukan juga identifikasi langkah-langkah kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha bahan pokok, terutama untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi,” ujarnya.

Mendag Enggar dihadapan para peseta Rakor menekankan pentingnya pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang-barang kedaluwarsa, barang impor selundupan, dan barang yang tidak aman dikonsumsi.

Dia pun kembali mengingatkan distributor untuk mengikuti aturan dan menjauhi praktik spekulasi. Maksudnya para spekulan jangan berpikir bisa menimbun barang.

“Kami pasti akan distribusikan berapa pun kebutuhannya karena kami memiliki persediaan yang cukup. Jangan berani menimbun,” tegasnya.

Selain itu, Mendag juga menugaskan pejabat eselon I turun ke daerah untuk mengadakan Rakor dan memantau stok serta harga bahan pokok. Hingga 28 April 2017, telah dilakukan Rakor Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok dan pemantauan harga di 23 provinsi.

Pada kesempatan itu Enggar mengatakan, berkat kerja keras tim Kementerian Perdagangan dan bekerjasama dengan para produsen, distributor, jaringan pasar tradisional serta pengusaha ritel modern telah berhasil menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) produk gula, minyak goreng dan daging.

“Penetapan inilah yang menjadi penyumbang inflasi bulan April 2017 sebesar 1,,13 persen,” tuturnya seraya melanjutkan bahwa di pasaran saat ini harga eceran tertinggi gula Rp 12.500/kg,minyak goreng Rp 11.000/liter dan daging Rp 80.000/kg.

Adapun kondisi bapok di Provinsi Sumatera Utara, ucap Enggar seperti gula dan minyak goreng, stoknya aman dan cukup untuk enam bulan lebih. Demikian juga beras dan daging.

Stok daging beku sangat cukup untuk lebih dari empat bulan. Hasil pantauan harga di pasar rakyat maupun ritel modern menunjukkan harga yang stabil.

Dalam pemantauan di Provinsi Sumatera Utara tersebut, Mendag mengunjungi produsen minyak goreng PT Musim Mas dan produsen gula PT Medan Sugar Industry di Kawasan Industri Medan (KIM) 2, Medan.

Selain itu, Mendag juga mengunjungi gudang distributor gula, yaitu Gudang 77 CV Tetap Jaya di Tanjung Mulia. Dia juga menyempatkan diri menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatra Utara (P3TSU) periode 2017-2018 di Universitas Sari Mutiara, Medan.

Pastikan Implementasi HET

Untuk memastikan penerapan harga eceran tertinggi (HET) di Sumatra Utara, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti, dan Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana, turun langsung untuk memantau harga komoditas gula, minyak goreng dalam kemasan sederhana, dan daging di tingkat ritel.

Ritel modern yang dikunjungi dalam pemantauan penerapan HET adalah Carrefour di Komplek Medan Fair Jalan Gatot Subroto, Swalayan Maju Bersama, dan Swalayan Brastagi di Jalan Imam Bonjol pada Senin (1/5).

“Maju Bersama sudah menjual gula dengan harga Rp 12.500/kg dan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 11.000/liter. Di Carrefour pun demikian. Jadi, memang sudah mengimplementasian nota kesepahaman yang dibuat oleh Aprindo dengan para produsen dan distributor barang-barang komoditas tersebut. Sementara itu, daging yang dijual di Carrefour pun sudah mengikuti kesepakatan bersama yang telah ditandatangani pada 4 April 2017,” kata Tjahya.

Berdasarkan nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan distributor yang dilangsungkan pada 4 April 2017, telah ditetapkan HET untuk tiga komoditas.

Gula ditetapkan tidak boleh lebih dari Rp 12.500/kg, minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000/liter, dan daging Rp 80.000/kg.

“Secara umum, ritel modern sudah menerapkan HET. Memang ada satu atau dua ritel yang masih belum sesuai, tapi kami sudah tegur,” katanya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Pasar Sei Sikambing, Medan, pada Selasa pagi (2/5), harga-harga komoditas terpantau stabil dibanding seminggu sebelumnya. Beras medium terpantau stabil pada Rp 10.000/kg. Pedagang-pedagang di Pasar Sei Sikambing telah menjual gula pasir sesuai HET.

Selain memantau pelaksanaan HET di tingkat pengecer, Tjahya dan Eva juga mengunjungi gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatra Utara di Medan pada Senin (1/5). Berdasarkan data Bulog per 29 April 2017, total beras untuk Provinsi Sumatra Utara adalah 64 ribu ton untuk enam bulan ke depan.

Sementara itu, stok gula mencapai 13 ribu ton, cukup untuk tujuh bulan ke depan. “Stok cukup dan sudah diantisipasi hingga enam bulan ke depan. Insya Allah aman,” kata Tjahya. (Lili)

Comments

Most Popular

To Top