Beritabuana.co

Nusantara

Lagi Terjadi, TKW Mau Diperkosa Majikan, Loncat dan Tulang Rusuk Patah

ILUSTRASI/ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, MATARAM – Lagi terjadi kasus memiriskan untuk tenaga kerja wanita Indonesia (TKW), di Arab Saudi. Muliati Binti Dahri Siatih (20), asal  Dusun Kloto, Desa Keruak, Kabupaten Lombok Timur, NTB, memilih melompat dari lantai dua saat mengalami percobaan pemerkosaan anak majikannya.

Koordinator Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran Indonesia Perwakilan NTB Muhammad Saleh mengatakan, Muliati bekerja dengan sistem kerja setiap tiga bulan berganti majikan.

Saleh menerangkan, 3 bulan pertama saat bekerja bersama seorang majikan, Muliati belum menemui masalah, baik soal gaji atau perlakuan buruk majikan. Namun, karena majikan sangat tertutup, Muliati tidak pernah tahu siapa nama majikannya dan apa pekerjaan majikan.

Pada majikan kedua, nasib naas terjadi pada Muliati. Saat baru bekerja selama sepekan, anak majikan bersama dua temannya berusaha memperkosanya saat kedua orang tuanya (majikannya) tidak di rumah.

“Muliati berusaha melawannya, dan selanjutnya bisa lari dan lompat dari rumah lantai dua ke lantai satu. Akibatnya tulang rusuk sebelah kanan patah dan harus dibawa ke rumah sakit. Kejadiannya sekitar tiga pekan lalu,” ucap Saleh.

Muliati melakukan itu karena terdesak, dipaksa untuk memasuki kamar, satu orang menodong pisau pada lehernya sementara kedua lainnya mencoba memegang tangan Muliati dan berusaha membuka celana dan celana dalamnya.

“Walaupun usaha ini berhasil, Muliati tetap melakukan perlawanan dengan cara menendang dan memukul ketiga lelaki. Karena ketakutan, Muliati lari dan loncat dari rumah lantai dua ke lantai satu. Hingga patah,” kata Saleh di Mataram, Senin (23/4).

Kata Saleh, Muliati ditolong warga dan polisi setempat untuk kemudain dibawa ke Kantor Mahara Agency tempat penyaluran TKI, dan agensi selanjutnya membawanya ke rumah sakit. “Muliati tidak tahu apa nama rumah sakitnya, karena saat diantar ke rumah sakit ia dalam keadaan pingsan,” kata Saleh.

Di rumah sakit, kata Saleh, Muliati ternyata harus dioperasi karena ternyata tulang rusuk sebelah kanan ditemukan patah dan dipasangi besi penyanggah (pen) untuk menyambungkan tulang rusuk yang patah.

Sampai sekarang pun masih merasakah sakit yang tiada tara pada dadanya serta bekas operasi. Di sisi lain Muliati terus menerus keluar darah pada bagian hidung dan telinganya.

“Yang sangat disesalkan, biaya rumah sakit tidak ditanggung oleh agensi atau oleh majikan, tetapi dibayar sendiri dari hasil jerih payahnya ia bekerja,” ucap Saleh. (Mat/Rep)

Comments

Most Popular

To Top