Beritabuana.co

Legislatif

Perjuangkan Keterwakilan Perempuan, Pansus Pemilu Siapkan 3 Opsi

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Keterwakilan perempuan dalam politik menjadi salah satu isu krusial yang sedang dibahas anggota Pansus Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu. Sejak pembahasan RUU, Pansus sudah mengundang kelompok aktivis perempuan untuk mendapat masukan-masukan upaya meningkatkan keterwakilan perempuan.

Apalagi saat ini, menurut Anggota Pansus RUU Pemilu DPR, Hetifah Sjaifudian keterwakilan perempuan di DPR periode 2014-2019 sebesar 18 persen. “Padahal, dalam UU Pemilu, pencalegan diatur agar memperhatikan 30 persen keterwakilan perempuan,” kata Hetifah dalam keterangan persnya, Kamis (30/3).

Dalam pembahasan yang dilakukan pansus, tambah politisi perempuan dari Partai Golkar ini, muncul tiga opsi untuk meningkatkan keterwakilan di DPR. Opsi pertama ialah keterwakilan perempuan diatur seperti UU sebelumnya, yaitu memperhatikan 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalegan.

Sementara, opsi lainnya ialah meningkatkan keterwakilan perempuan dengan menggunakan sistem zipper murni, yaitu pencalegan 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

“Artinya, nomor urut ‘selang-seling’, misalnya, nomor urut 1 laki-laki, nomor urut 2 perempuan dan seterusnya,” katanya.

Sedang opsi ketiga, meningkatkan keterwakilan perempuan dengan menempatkan caleg perempuan nomer urut 1 di 30 persen dapil. 30 persen dapil tersebut adalah dapil yang parpolnya mendapat kursi pada Pemilu sebelumnya.

“Kami mendukung keterwakilan perempuan dengan menempatkan perempuan di nomor urut 1 di 30 persen dapil, serta penerapan zipper murni dalam pencalegan,” ujar Hetifah. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top